Hidup Bahagia tanpa PR

Entah ya, yang saya lakukan ini benar atau tidak. Tapi saya sedang berusaha memegang prinsip saya, bahwa anak-anak saya harus bahagia menjalani masa sekolahnya.

Saya jarang bertanya apakah ada PR atau tidak. Saya akan lihat dulu kondisi anaknya. Kalau dia sedang bahagia, maka saya akan tanya apakah ada PR atau tidak. Kalau tatapannya sudah lelah dan berharap segera melepas penat, maka saya biarkan saja dia melakukan berbagai kegiatan rutin dia sesegera mungkin dan tidur.

Saya lebih bahagia menyaksikan mereka main bola di tengah rumah sambil ketawa ketiwi abang adik, atau melihat mereka lempar melempar bantal menjelang tidur daripada merasakan penatnya membuat PR yang tak selesai-selesai di sela-sela kantuk. Kalau terpaksa harus mengerjakan PR, maka saya yang akan menyapu rumah yang ramai oleh sisa-sisa nasi mereka selepas makan malam sendiri, akan mencuci sendiri piring-piring bekas makan mereka, atau menyiapkan buku-buku mereka untuk esok. Kalau tidak ada PR, mereka melakukan semuanya. See ? saya kehilangan apa karena PR ?

PR buat saya nonsens, karena dia sekolah seharian. Masa iya di rumahpun dia harus membuka buku semaleman dan mengerjakan tugas yang kadang tidak masuk akal. Mereka masih SD kelas bawah, kadang saya mengernyitkan dahi untuk tugas-tugas dan PR yang harus terpaksa dikerjakan oleh saya sebagai orang tuanya. Mulai dari membuat mind map yang selevel anak SMP saja belum bisa melakukannya dengan benar, atau mencari materi tertentu di internet. Ulala, itu mah pekerjaan mama papanya. Saya juga tidak mungkin memberikan internet pada anak kecil tanpa perhatian saya.

Pernah anak saya mendapat tugas mencari fungsi rambut di internet. Apa yang terjadi ? Silahkan buka sendiri deh. Ga tega nulisnya.

Tapi untuk anak SMA saya, saya kadang senang dengan tugas-tugas luar sekolahnya. Apa yang terjadi dengannya ketika harus belajar membagi waktu mengerjakan ini itu? Harus les musik dan membuat video, mengerjakan makalah dan membuat rencana pentas seni, membuat lukisan dan menjualnya. Membuat bussiness plan dan magang. Membuat karya tulis dan menangis gemetar menunggu sidang.

Ada rasa berbeda antara tugas dan PR buat anak kecil dan anak besar. Itu menurut saya.

Derita Mentor

Saya mau curhat, tentang nasib saya menjadi mentor di program Guru Pembelajar. Jadi begini, bentar-bentar para guru pembelajar  bilang :

Bu, mapel lain ada bocoran jawaban LK. Kita kok ga ada ?

Buuu…. nilai saya kecil, tolong dinaikkan doong

Buuu… nilai tes saya hanya sekian, tolong minta kunci jawabannya dong

Buuuu… Buuuu…

Aduh, plis deh. Bantuan saya tidak sampai ke sana bapak ibu. Tidak bisa menyediakan kunci jawaban dan memberikan jawaban LK. Saya cuma bisa kasih trik-trik sederhana, sudah saya berikan semua modul yang saya punya, mudah-mudahan jawabannya ada di sana. Mbah gugel juga siap, tinggal dicari saja.

Menurut saya, kuncinya kita sabar dalam belajar. Bisa membagi waktu sempit yang kita punya.

Tetap semangat yaaa… mudah-mudahan sukses.

Beautiful Batu

Ternyata Batu Malang indah banget ya. Dingin pulak. Pada saat bimtek kemarin saya menginap di P4TK PKn dan IPS, jadi melihat sekelilig, depan belakang ada gunung. Entah gunung apa namanya.

Kebetulan April nanti akan pembekalan kelas 12 ke sana, jadi saya sekalian survey. Pengen tahu alun-alun tuh seperti apa. Ada apa pula di Batu Night Spectacular ? Bagaimana dengan kebun binatangnya ? Namun, karena hanya bisa jalan-jalan di malam hari di sisa-sisa selesainya tugas, maka hanya mampu jalan ke pusat belanja Brawijaya, alun-alun, dan Batu Night Spectacular (BNS).

 

 

 

Resume Bimtek Pengampu dan Mentor Guru Pembelajar

Latepost banget ini. Saking sibuk ya mengurusi kegiatan macam-macam. Hari ini Lesson Study, jadi guru model. Rapor kelas 12 belum kelar untuk ke PTS, Sabtu besok pembagian rapor, dan sebagainya deh. Maklum guru, repot administrasi.

Ini adalah resume Bimtek Mentor dan Pengampu di P4TK PKn dan IPS pekan kemarin :

  1. Catatan : Informasi ini hanya berlaku untuk GP di lingkup P4TK PKn dan IPS
  2. Modul 1 dimulai tanggal 26 September – 25 Oktober 2016.
  3. Pada saat modul berakhir, maka selanjutnya modul tersebut tidak bisa diakses kembali.
  4. Tanggal 27 Oktober 2016 Modul 2 dimulai dan berakhir tanggal 25 November 2016.
  5. Tatap muka setiap modul hanya berlangsung 2 kali, dipadatkan dari yang semula 3 kali. TM 1 selama 8 JP dan TM 2 4 JP.
  6. Setelah modul ke-2 selesai akan ada post tes yang terdiri dari materi dari modul 1 dan 2.
  7. Post tes dilaksanakan di TUK. Jumlah soal 60 dengan pembagian materi masing-masing 50 % untuk modul 1 dan 2, dilaksanakan sekitar November 2016 dan diawasi.
  8. Modul 1 belum ada post tes.
  9. Fungsi post tes adalah sebagai bagian dari nilai pelatihan dan perbaikan nilai UKG.
  10. Peserta GP yang tidak aktif menyelesaikan Modul 1 tidak bisa lanjut di Modul 2.
  11. Peserta GP yang pensiun, pindah wilayah kerja, pindah jenjang kerja, dan mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah dan pengawas tidak diwajibkan ikut Program GP dan sebaiknya melapor ke mentor. Tulis nama GP, no.UKG, nama mentor, dan wilayah. Mentor akan melaporkan ke dinas terkait dan P4TK.
  12. Syarat mengikuti program diklat adalah kedua modul merah, sehingga kalau ada yang hitam salah satunya maka sebaiknya lapor ke mentor dengan format seperti poin 11 untuk dilaporkan ke P4TK agar data GP tersebut ditarik untuk disasar pada program selanjutnya di modul yang merah karena program ini akan berkelanjutan.
    Modul yang hitam dan terdapat gambar buku bersifat optional, boleh ikut boleh tidak. Tapi sebaiknya tidak ikut khawatir nilai menjadi merah dan harus mengulang.
  13. Keuangan akan dibayarkan setelah Modul 2 selesai
  14. Pelatihan dan UKG tidak terkait tunjangan sertifikasi, namun hasilnya akan diserahkan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti.
  15. UKG sekarang ini hanya dipergunakan untuk pemetaan kemampuan guru.
  16. Vicon harus dilakukan minimal 1 kali dalam 1 modul.
  17. Kewajiban online GP minimal 2 jam sehari di luar jam pelajaran.

 

10 Menit Tertahan di Udara

Setengah jam sebelum landing, ada pemberitahuan bahwa landing ditunda karena ada pesawat kepresidenan yang menggunakan Bandara Halim. Oalah, walhasil terasa sekali laju pesawat diperlambat dan berputar beberapa kali di atas lautan biru.

Ternyata, kalau ada Presiden mau lewat, ga pandang bulu ya. Mau di darat atau di udara, semua harus nunggu presiden lewat dulu. Beberapa kali saya tertahan di jalan tol ketika ada presiden atau tamu dari negara lain yang mau lewat. Presiden masih di mana, jalan sudah ditutup. Tapi.. ini terjadi di udara loh.

Untungnya cuma 10 menit…

Analisis Video Pembelajaran

Kemarin, di kelas XI dalam materi Inflasi saya mencoba metode analisis video. Seru juga ya.

Cerita singkatnya begini :

  1. Siswa dibagi kelompok
  2. Setiap kelompok diberikan satu tayangan video yang saya ambil di youtube
  3. Setiap kelompok menganalisis videonya masing-masing dan menuliskan rangkumannya dalam kertas plano
  4. Setiap kelompok menyajikan hasil analisisnya.

Semua video ditayangkan bersama. Bagus juga. Kalau ada 6 kelompok, maka ada 6 video yang ditayangkan sehingga ada 6 video yang siswa pelajari.

Gambar 1 : Siswa mengamati video dengan seksama

refleksi-video-1

Gambar 2: Siswa mengamati video juga :

refleksi-video-2

Gambar 3 : Siswa membuat rangkuman dan refleksi video

refleksi video 3.jpg

Gambar 4 : Siswa membuat rangkuman dan refleksi video

refleksi video 4.jpg

Gambar 5 : Siswa menyajikan hasil diskusi

refleksi video 5.jpg

Gambar 6 : Siswa menyajikan hasil diskusi

refleksi video 6.jpg

 

 

 

Diancam GP !

Sejak semalam saya merasa “diancam” GP. Dan itu masih berlanjut hingga pagi ini. GP adalah Guru Pembelajar, yaitu guru-guru yang mengikuti Program Guru Pembelajar.

Ceritanya, ada seorang guru yang sakit. Sebut saja Ibu Amel. Pada saat Tatap Muka 1, saya sempat bertemu namun tidak lama karena beliau harus pergi berobat ke sebuah RS swasta di  Jakarta. Diantar sang ibu, Ibu Amelpun pergi.

Esok harinya daring, kepanikanpun mulai terasa dari para GP ini. Daring adalah kegiatan mengerjakan tugas dalam jaringan. Kesulitan mulai ada, dari membuka LMS hingga cara mengerjakan.  Ibu Amel meminta saya membukakan GPOnya beberapa hari kemudian karena dia tidak bisa membuka. Saya bukakan dan alhamdulillah bisa. Saya tidak tahu pasti sebenarnya yang meminta dibukakan itu ibu Amel atau ibundanya.

Saya tidak tahu ternyata para GP ini mengadakan kumpul bersama untuk kerja kelompok. Salah satu yang ikut adalah ibu Amel. Saya tahu tadi malam ketika keluarga bu Amel cerita.

Sepertinya, keluarga bu Amel agak panik atau semacamnya sehingga merasa gelisah ketika bu Amel sakit dan belum mengerjakan tugas. Maka mulailah manuver-manuver yang menyebalkan terjadi. Semua berawal dari pesan di wa tentang permohonan bantuan info kalau ada kabar untuk Ibu Amel karena ibu Amel sedang dalam perawatan dan pemulihan di dr. Psikiater .

Guru lain meminta untuk berkumpul. Saya membalas berturut-turut :

“Baik ibu. Saya tidak tahu kondisi miss …. seperti apa, namun diharapkan miss …. bisa tetap mengisi tugas daring. Semoga lekas sembuh. Salam buat miss ….”

Bapak ibu mangga silakan kalau mau diskusi kumpul2 untuk mengerjakan tugas. Semoga beres segera ya. Bebas aja bapak ibu.”

Saya merasa sudah sangat manis menuliskan dua pesan tersebut. Dan dengan tanpa merasa ada apa-apa, saya terus menuliskan beberapa pesan. Diantaranya bahwa saya akan ada Bimtek di Malang dan meminta GP untuk merinci hambatan yang dialami. Yang jawab malah keluarganya Bu Amel yang mengatakan bahwa

Banyak sekali hambatan2 nya. Hanya semua kurang kerjasama dan kurang ada toleransi terhadap putri kami …… Krn sy kebetulan ikut mengantar ke rumah …. dan ibu2 yg lainnya spt bu …. dan bu ….. dll bahkan ada yg sdg hamil jg

Rupanya, dalam peristiwa kumpul-kumpul itu, keluarga Bu Amel merasa bu Amel tidak dibantu kali ya. Karena dia mulai menyalahkan, maka saya balas begini :

Memang semua ini tugas pribadi gp bu. Adapun kalau mau kerjasama disilakan yg penting tetap ada proses belajarnya. Menteri mana tahu ada orang sakit atau hamil. Makanya yg penting dikerjakan sedikit2 biar selesai”.

Rupanya, kata-kata saya inilah yang jadi senjata untuk menyerang saya. OMG.

Walhasil, pesan-pesan selanjutnya menyerang saya. “Mereka” menyatakan tidak simpati dengan kata-kata saya yang katanya kurang peduli kali ya. Saya tulis “mereka”, karena sepertinya yang mulai emosi dan menulis pesan adalah adik Bu Amel. Dia bilang dekat dengan Ahok dan akan tunjukkan jawaban saya kepada beliau. Dia bilang, pa Ahok mengirimkan paket bunga yg besar saat pernikahan Januari silam.  Tulisan saya juga akan diberikan ke menteri Bu Sri Mulyani.

Oh ya Allah, level kasus sudah naik ke kementrian rupanya.

Tadi pagi, karena sepertinya para GP baru baca, mereka langsung menjelaskan semuanya. Termasuk meminta maaf dan memohon keluarga Bu Amel untuk melihat kenyataan bahwa mereka membantu bu Amel, yang pada saat marah-marah sebelumnya, keluarga bu Amel mengungkit bahwa para guru yang lain tidak mau membantu.

Saya meminta maaf kembali. Masa iya, gara-gara Guru Pembelajar, maka hubungan dengan sama-sama guru yang lain jadi rusak. Termasuk saya yang klarifikasi kepada keluarga Bu Amel.

itu saya yang nulis, pa ….. Maksud saya, program GP berlaku untuk semua guru, jadi ketika ada guru sakit atau hamil, tetap harus mengerjakan tugas tersebut. Adapun kalau bu …. tidak sanggup mengerjakannya karena sakitnya tersebut, ya tidak apa-apa. Tinggal berikan saja surat dari dokter, nanti saya laporkan. Begitu pak. Saya merasa tulisan saya bermaksud ke sana. Mohon maaf kalau tertafsir berbeda. Di sini kami guru-guru berteman baik pa. Semua saling tolong menolong. Bentuk tolong menolong kan beragam alias tidak sama dan bisa apa saja. Titip salam buat mama dan bu ….. Saya sudah pernah bertemu dengan mama dan bu …… Semoga mama sehat dan bu …. juga demikian. Selamat bertugas buat Pak …..”

Jawaban beliau :

“Maaf, biar bagaimanapun mgkin alangkah baiknya jika bu Menteri sj yg membaca dan menafsirkan tulisan ibu. Kata ibu tolong menolong dg kumpul2 uang kah dri orang sakit? Nama sy …. bukan ….. Ibu sbg mentor seharusnya Empati dan Simpati terhadap nasib yg sakit dan hamil, berjuang naik tangga rumah bu ……”

Inih, saya jadi pusing. Ga ngerti. Siapa yang kumpul, siapa yang kumpul uang ?

Dan sayapun akhirnya left grup karena sudah mulai mengganggu saya itu tulisan-tulisan. Saya baru tahu dia kenal dengan banyak  pejabat, termasuk Pak Ahok dan Bu Sri Mulyani. Saya mulai merasa terancam.

 

PTK is a simple thing !

Alhamdulillah, bimbingan PTK oleh Pak Didi, Kepala Pusat Belajar, telah membuahkan hasil. Beberapa proposal berhasil dibuat oleh rekan-rekan.

PTK merupakan action research yang sebenarnya sama sekali tidak mengganggu proses belajar di kelas. Justru, dengan PTK guru akan melihat kekurangan-kekurangan  yang berlangsung dan merumuskan bagaimana memperbaikinya.

PTK yang baik adalah PTK yang diselesaikan. Ayo tetap semangat ya teman-teman, jangan cuma sampai proposal saja .. hehe…

Jual Dadu Kayu

Jpeg

Jpeg

Gara-gara membuat media pembelajaran ular tangga untuk akuntansi, saya akhirnya mempersilakan siapapun untuk pesan dadu. Dadu ini saya minta ke seorang kakek untuk membuatkannya. Ternyata menyenangkan ya sudah membuka peluang kepada seseorang untuk turut sama-sama berkarya.

Yang minat silakan japri.