Masjid Ramah Anak

Ramadhan tiba, ya tentu saja semua orang bahagia menyambutnya. Masjidpun penuh dengan jamaah yang akan melaksanakan ibadah salat taraweh. Tak terkecuali ibu-ibu dan anak-anaknya yang super duper.

Ibu-ibu juga punya hak ke masjid toh? Setelah seharian bergelut dengan pekerjaan rumah, sudah waktunya para emak ini diberi kesempatan juga beribadah bersama di masjid warga. Tapi bagaimana dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil (dan banyak)? Mau bagaimana lagi, ya diajak.

Kalau kita ribut bagaimana mendiamkan anak-anak yang memang sudah kodratnya tidak bisa diam, ya susah. Anak-anak memang pekerjaannya berisik. Nangis, berantem. Kondisi seperti ini disikapi dengan peraturan oleh beberapa masjid. Ada yang tidak mengijinkan anak-anak ikut, ada yang selalu pakai acara halo-halo untuk mengingatkan mereka agar tidak ribut, dan sebagainya.

Ketika saya umrah, dan pertama kali menyadari bahwa di masjid Rasulullah ada banyak anak kecil, termasuk bayi, saya agak menganga alias kaget. Kok masjid ini begitu ramai dengan anak-anak ya? Mungkin karena kami ada di barisan dan ruangan perempuan, sehingga bisingnya tangisan dan celoteh para krucil terdengar sangat jelas. Namun, tidak ada satupun aturan yang melarang si anak tepisah dari orang tuanya ataupun tidak dibawa ke dalam masjid. Di Nabawi, saya sempat melihat ada batas untuk para perempuan yang membawa anak. Letaknya di barisan belakang. Bahkan, kalau mau leluasa, para emak biasanya menempatkan diri dan anak-anaknya di halaman masjid.

Takjub juga saya melihat pemandangan para emak yang sholat di masjid walau punya bayi. Mungkin ada aturan di sana yang mengharuskan semua orang tak terkecuali wanita untuk salat di masjid, sehingga mau tak mau para babies dibawa juga. Kalau dipikir-pikir, sudah ada di dekat masjid nabi, ya rugi kalau tak beribadah di sana. Pahalanya ribuan kali lipat.

Jadi, saya masih berpendapat sama alias belum berubah, bahwa anak-anak jangan dijauhkan dari masjidNya. Biarkan mereka ikut mengukir cintanya pada masjid. Pengalaman-pengalaman di waktu kecil akan memanggil mereka selalu untuk rindu ada di rumah Allah.

Dan ternyata, di Masjidil Harampun demikian. Banyak anak di dalam masjid Allah.

 

 

 

Advertisements