Donasi Recehan Supermarket, Masih Ada ?

Saya membaca sebuah artikel tentang kejujuran orang Jepang dalam memberikan kembalian. Di Jepang, setiap kembalian akan utuh dikembalikan dan tidak ada paksaan untuk menerimanya dalam bentuk lain, bahkan bank-bank di Jepang menyediakan uang recehan untuk pedagang.

Lain di Jepang, lain di kita. Beberapa waktu lalu saya belanja ke sebuah supermarket. Pada saat pembayaran, si kasir bertanya, “uang Rp. 100 akan disumbangkan, Bu?”, as usual.

Ini pertanyaan biasa, namun bukankah beberapa waktu lalu supermarket ini kena gugat perihal pelaporan uang sumbangan? Gugatan Mustolih, seorang konsumen yang menanyakan transparansi laporan donasi ini, terjawab dengan wajibnya supermarket tersebut melakukan laporan secara terbuka.

Akhirnya, saya nekat bilang “Ga usah mba, dikembaliin aja”. Si kasir agak sibuk mencari-cari recehan dan akhirnya memberikan saya sebesar Rp. 500. Laah.. harusnya 100 perak kok ngasih 500 perak. Menurut saya, ini bakal nyusahin saya di akhirat karena saya yang jadinya punya utang sama dia. Rupanya mereka memang tidak siap dengan kembalian uang recehan. Akhirnya saya kembalikan saja lagi uang tersebut.

Entahlah.. males berdebat. Semoga saja benar diberikan ke orang-orang yang membutuhkan. Karena masalahnya tidak berhenti di 100 perak saja, namun kalau dilakukan dalam waktu panjang dan sering, itu akan sangat banyak.

Advertisements

One thought on “Donasi Recehan Supermarket, Masih Ada ?

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s