Alisha

i miss you mom

This is about my little girl, Alisha. 

Alisha adalah anak yang periang. Benar-benar anak yang sangat menghibur. Omongannya ceplas-ceplos, sering kali terlihat sok tahu, tapi lucu. Sukanya cerita, ngobrol. Kadang-kadang ngoceh mulu, nyeramahin emak bapaknya kalau lagi tidak sesuai dengan keinginannya. Referensinya adalah ibu guru dan teman-temannya.

“Mama, kata Bu Guru, kalau mama takut sama setan, mama harus zikir”, katanya kemarin ketika saya cerita bahwa malamnya saya harus tidur sendiri di hotel karena Bu Lina, teman sekamar saya harus pulang ke rumahnya yang kebetulan juga masih di Bandung. Hayu aja, hampir setengah jam, semalam dia menceritakan apa saja yang ada dipikirannya termasuk pengen punya baju mermaid. “Sarah, temen aku punya baju mermaid banyak. Aku juga mau beli”, katanya. Saya bilang, susah nyarinya, karena kemarin jalan-jalan di Citilink Mall, ga ada yang jual baju duyung. “Mama, kenapa mama ga beli aja di Tokopedia atau di Lazada? Kemarin kan kita sudah buka di Tokopedia dan Lazada”. Begitulah dia nyerocos, bikin ketawa. Benar-benar anak yang kekinian.

Aih, dia benar-benar menghibur kesepian dan kangen saya. Bayangkan, 10 hari pelatihan, jauh dari rumah dan lebih dari sepekan ga ketemu si ndut ini.

Alisha di atas kertas sebenarnya tidak sama dengan Alisha yang sesungguhnya menurut saya. Ketika masuk SD, dia adalah salah satu calon peserta didik yang masuk cadangan saja. Kenapa begitu ? Hasil psikotesnya mengatakan bahwa dia belum cukup matang. Dia juga belum bisa membaca juga berhitung. Sementara, anak-anak lain sudah pandai membaca dan menulis. Di kelas, kalau bu guru memberikan urutan ranking, dia selalu ada di bawah.

No, i do not need all of these.

Saya cuma tahu, Alisha adalah anak yang komunikatif. Anak periang, anak yang cerdas. Dia sekarang pintar membaca. Hobinya membaca. Apapun dia baca. Senang sekali dibacakan buku dan didongengi sebelum tidur. Suka menulis cerita dan menggabungkannya dengan gambar-gambarnya yang lucu dan penuh makna. Dinding kamarnya penuh dengan gambar-gambar yang dia tempel sendiri. Dia mandiri. She can do all things. Biarlah dia tak terlalu pandai melakukan banyak hal menurut orang lain, tapi jiwanya merdeka dan imajinatif. Riang menghadapi dunia yang kadang muram.

Saya percaya, dia akan menjadi orang sukses nantinya. Fight fight fight, little girl !

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s