Bye Bye MOS …

Masa Orientasi Sekolah (MOS), untuk tahun ini dikenal dengan istilah Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Sehingga, MOS benar-benar diupayakan berganti rupa. Mungkin karena kata orientasi lebih mengarah pada perploncoan ya, sehingga MOS didominasi oleh hal-hal yang berbau kekerasan dan simbol-simbol tak masuk akal.

Tadi pagi saya mengajak ngobrol Ketua OSIS, ingin tahu sedikit tentang rencana PLS yang akan dilangsungkan pekan depan di sekolah. Sebagai IK, saya khawatir pesan yang pernah saya sampaikan tidak dijalankan pada saat pelaksanaan PLS.

“Sekarang namanya bukan MOS lagi, ya .. ”

“Namanya apa Bu ? “, tanya Zadit. Namanya PLS, sehingga pesan yang ingin disampaikan oleh Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah bahwa siswa baru mengenal betul sekolah yang akan dimasuki dan dijadikan tempatnya belajar selama 3 tahun.

Zadit mengangguk-angguk tanda mengerti.

“Sejauh mana kalian terlibat ?”

“Semua dilakukan oleh guru, Bu. Kami hanya menjadi mentor dan membimbing pada materi-materi tertentu seperti game, materi kelompok. ”

“Apakah kalian sudah tahu bahwa tidak diijinkan adanya kekerasan dalam bentuk apapun terhadap siswa baru ?”

“Sudah, Bu.”.

“Termasuk tugas-tugas yang memberatkan dan kurang bermanfaat ?”

“Sudah tahu, Bu.”

Alhamdulillah. Baiklah… insha Allah tidak ada perploncoan di dalam kegiatan PLS sekolah kami. Mudah-mudahan berjalan aman, lancar, dan penuh manfaat.

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s