Mengapa Harus Jadi Guru ?

 

Mengapa ingin menjadi guru ? Ini salah satu pertanyaan sewaktu Lomba Guru Berprestasi 2016 kemarin. Terus terang, pada tahun pertama ujian UMPTN saya pada waktu itu, saya memilih kedokteran, tapi alhamdulillah tidak lulus. Tahun kedua, karena bapak berpulang, saya berganti haluan, memilih IKIP Jakarta jurusan PDU (sekarang Ekonomi). Siapa yang membiayai kalau saya masih bersikukuh masuk Kedokteran ? Alhamdulillah, satu semester hanya Rp. 150.000,00 saja, dan saya hidup dengan bantuan beasiswa POMG juga. Terima kasih para dosen dan orang tua yang baik, semoga panjang umur dan berlimpah rejeki.

Jadi, jadi guru adalah keputusan berikut, setelah saya tidak bisa memilih keinginan saya sendiri. Menyesalkah saya ? Ternyata tidak. Dari profesi saya sebagai guru, saya bangga sudah turut campur dalam lahirnya profesi yang lain. Ada anak didik saya yang sudah jadi dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, ekonom, guru, dosen, pengusaha, dan sebagainya. Saya merasa jadi semakin kaya dan berarti.

Semoga panjang umur amal saya sebagai guru. Semoga jadi investasi yang baik untuk masa depan saya di dunia dan di akhirat kelak. Semoga semakin giat saya belajar, karena anak-anak didik harus dididik sesuai dengan jamannya.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2016.

 

Advertisements

One thought on “Mengapa Harus Jadi Guru ?

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s