Sekolah Tanpa HP

Saya adalah orang yang sudah terbiasa mengajar dengan menggunakan internet. Instrumen yang dipergunakan siswa, mudahnya adalah handphone, karena semua anak memilikinya. Mereka terlihat sangat antusias dengan berapapun pertanyaan yang saya minta mereka jawab. Walaupun awalnya mereka suka ragu mengeluarkan HPnya, namun saya meyakinkan bahwa untuk pelajaran saya, saya sudah minta ijin kepala sekolah untuk menggunakan hp. Alasannya beragam : Pertama: dengan hp, persentase siswa yang terlibat aktif mencari data lebih banyak. Kedua, perpustakaan ada di lantai 1 sementara saya mengajar di lantai 3. Siswa kadang mengeluh cepek naik turun tangga dan memang banyak waktu terbuang dalam perjalanannya. Ketiga, buku penunjang di perpustakaan tidak banyak. Lah, mau apa ke perpustakaan kalau yang akan dicari tidak ada. Keempat, siswa enggan membawa laptop karena memang tidak punya atau alasan lain seperti berat atau dipakai kakaknya. Beda dengan hp, hampir semua siswa memilikinya. Kelima, kalaupun ada laptop, wifi di sekolah tidak cadas. Sering kali ga nyambung.
Jadi.. ya begitulah cara saya menyiasati keterbatasan ini. Namun apa daya, mulai hari kemarin HP DILARANG DENGAN ALASAN APAPUN UNTUK SEMUA PELAJARAN. Wooooow…kereeeeen (hari kebalikan).

Baiklah… saya harus mengalah. Bye bye belajar dengan live twit, bye bye hastag, bye bye uncle google, bye bye php quipper school, bye bye pembelajaran abad 21…

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s