Bu Guru, Setiap Anak itu Istimewa

8-trik-mudah-agar-anak-gemar-membaca

Sophia menatap nanar pesan singkat yang diterimanya. Dadanya sedikit bergemuruh menahan emosi. Bagaimana tidak ? Masa anaknya dianggap tidak mampu melakukan yang baik-baik di sekolahnya ? Belum bisa membaca, menulis, apalagi berhitung. Kelakuannya dinilai selalu negatif. Susan dicap sebagai anak yang nakal. Oh Tuhan… Sophia merasakan air mata mengambang kian berat di pelupuk matanya. “Anakku anak yang cerdas !”, batinnya menjerit tak rela. Di rumah dia selalu bertingkah baik, sering membantunya memasak, sudah bisa merangkai huruf-huruf yang mudah walaupun yang sulit memang belum bisa. Walaupun perempuan, Susan memang anak yang aktif. Tapi dia tidak seperti yang dikatakan gurunya.

Sophia menutup handphonenya perlahan. Masa iya, seorang guru di sekolah sekeren ini mengatakan bahwa anaknya tidak baik ? Masa iya anaknya yang lucu dan menggemaskan begini dibilang nakal ? Masa iya karena dia terlambat mampu membaca, menulis, dan berhitung lalu dikategorikan anak yang berkebutuhan khusus. Sophia merasakan jantungnya berdegup lebih cepat. Masa iya, sekolah sekeren ini memaksakan sedemikian rupa kepada anak-anak TKnya untuk mampu membaca dan berhitung sehebat ini ?

Sophia menangis tersedu… “Apakah aku salah memasukkan anakku ke sekolah ini ?”

#flashfiction

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s