Jangan Abaikan Late Bloomer !

2013-11-28 16.19.20

Pernah mendengar istilah late blommer ? Istilah ini diberikan pada anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangannya. Dalam perkembangannya, julukan late bloomer juga bisa diberikan kepada orang-orang yang terlambat menemukan dirinya. Semisal, di usia 4o tahun ini, saya baru bisa merasakan indahnya menulis. Pertanyaannya, “mengapa tidak dari dulu ?”. Jawabannya bisa jadi sama pada banyak pertanyaan. Setiap orang bisa juga mengajukan banyak pertanyaan tentang segala sesuatu yang terlambat ini. Seorang guru baru saja belajar membuat power point. Kok baru sekarang ? Seorang anak 10 tahun baru bisa menulis. Kok bisa ? Seseorang baru membuka usahanya di usia pensiunnya, dan seterusnya.

Late bloomer sangat biasa ditemukan di sekolah. Bagi guru-guru di TK, SD, SMP atau SMA, perlu diketahui bahwa late bloomer juga banyak terjadi di masa-masa ini. Guru-guru harus melihat fakta bahwa seorang anak yang dulu ketika TK atau SD, atau SMP atau SMA tidak memiliki “kemampuan” apapun, misalnya, ternyata dia menjadi “sesuatu” di usia kerjanya.

Tidak sedikit anak-anak yang terlambat bisa membaca, terlambat bisa bicara, payah dalam matematikanya, ternyata menjadi seseorang luar biasa di masa-masa ke depannya. Sebut saja Einstein yang di masa kecilnya mengalami keterlambatan dalam berbicara, atau Thomas Alfa Edison yang selelu dijuluki addled atau si busuk oleh gurunya karena pikirannya selalu menerawang ke mana-mana jika ditanya. Sejarah membuktikan bahwa mereka adalah late bloomer !

too-late-to-learn-late-bloomers-people-who-succeeded-infographic

Kondisi late bloomer memang seperti ini. Mengalami keterlambatan dalam perkembangannya, baik dalam kemampuan kognisi, katerampilan, sikap, minat dan banyak hal. Penyebabnyapun banyak. Sebagai gambaran, kira-kira … mengapa seorang guru baru bisa membuka laptopnya di usia senja mendekati pensiun ? Jawabannya bisa saja karena tidak memiliki laptop, tidak bisa menggunakannya, tidak mempunyai teman yang mengajarinya, tidak merasa membutuhkannya, dan sebagainya. Mengapa seorang anak baru bisa membaca pada saat usianya sudah 9 tahun ? jawabannya bisa saja karena tidak ada yang mengajarkan, tidak punya buku bacaan, tidak sekolah, tidak ada keinginan untuk membaca, malas belajar, gurunya malas, salah pilih guru, dan sebagainya. JAdi, banyak sebab mengapa late bloomer terjadi. Namun harap diperhatikan, banyaknya contoh di dunia nyata perihal late bloomer yang lantas menjadi sukses menandakan bahwa late bloomer bukan orang-orang yang pantas disebut bodoh. Tidak sedikit siswa yang dinyatakan “lemah” dalam pelajaran eksak dan dimasukkan ke dalam jurusan sosial, lalu tiba-tiba kemampuannya melonjak tinggi di jurusan sosial ini. Dia menjadi orang hebat justru ketika dia mampu duduk di tempatnya yang tepat.

Late bloomer bisa dikategorikan ke dalam beberapa jenis, tergantung bidang keterlambatannya. 1) Educational Late bloomer, 2) Career late bloomer, dan 3) Social late bloomer. Educational late bloomer bisa didefinisikan dari lambatnya respon seseorang ketika mengikuti pelajaran, atau ketika bayi terlambat bicara, anak anak susah mambaca. Career late bloomer, baru menemukan karir atau pekerjaan yang tepat di saat sudah bekerja di berbagai macam sektor bertahun-tahun lamanya. Sedangkan Social late bloomer terjadi ketika seseorang sangat kesulitan untuk membuka pembicaraan dengan orang asing, atau sulit memperoleh teman.

Bagaimana Mengatasinya ?

Late bloomer bukan hanya membutuhkan waktu saja untuk menunjukkan keterlambatannya, namun juga harus menemukan orang-orang yang tepat untuk menunjukkan kemampuannya tersebut. Untuk itu, setiap guru harus mampu terbuka pada anak-anak late bloomer ini. Apalagi orang tua, orang yang seharusnya memberikan dukungan penuh pada setiap anak-anaknya. Guru dan orang tua adalah orang-orang dewasa terdekat yang akan mendampingi kemajuan anak-anak late bloomer ini.

Menjadi late bloomer itu bukan masalah, untuk itu yakinkan saja pada anak-anak yang lambat dalam berbagai hal bahwa mereka itu late bloomer, yang esok hari akan menjadi orang-orang hebat.

Untuk itu, orang tua dan guru harus paham dulu apa sih late bloomer itu… jadi, jangan terlambat untuk mengetahuinya ya !

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s