#cabutserver

cabut server

Pak Agung datang. Diam. “Bu Dini datang tidak, Pak?”, saya bertanya tentang istrinya yang juga mengajar di sini. Pekan ini memang kami sibuk sekali menginput nilai. Biasalah, penilaian kurtilas kan super heboh. Bu Dini sedang cuti melahirkan, namun karena terkait nilai-nilai dalam pelajarannya maka beliau harus juga menginput nilai. Pasalnya, si baby Abid nya rewel, ga mau mau mimih susu botol. Jadi, Bu Dini agak susah hati untuk meninggalkan si baby. Beberapa hari yang lalu ketika Bu Dini ke sekolah, Abid rewel tidak kepalang, lapar barangkali. Jadi, kemarin dia ke sekolah untuk input nilai.

Kemarin adalah jadwal rapat nilai guru-guru. Bu Dini bersibuk ria menginput nilai satu per satu. Sebagai orang yang sering melakukan input nilai, saya bisa membayangkan dalam keadaan seperti ini pusingnya ga ketulungan. Tiba-tiba si komputernya ga respon dan data tidak tersimpan. Ternyata, servernya dicabut oleh penanggung jawabnya. Inilah sepertinya yang membuat Pak Agung sekarang berdiam diri. Marah. Kecewa.

Memang, kemarin juga terjadi keributan yang kurang lebih sama, dan dialami oleh guru-guru yang baru saja pulang homestay. Di sela-sela lelah yang masih menggayut, mereka tekun menginput nilai tiba-tiba server dicabut.

Peristiwa pencabutan server ini menurut saya memang lebay. Kalau perlu untuk memperingatinya kita buat hastag tersendiri #cabutserver. Pesan dari kami sekantor, kalau mau cabut server bilang-bilang ya pak, jadi kami ga senewen.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s