Bertanyalah pada Guru

a21

Saya sedang mengetik di rumah ketika seorang bapak orang tua dari siswa saya menelepon.
Bapaknya Lisna : “Lisna ada di mana ya Bu? Kok jam segini belum pulang ?”.
Saya melirik jam dinding, pukul 15.45.
Saya : “Hari ini kan libur Pa, dan Lisna tidak datang ke sekolah,”
Bapaknya Lisna : “Oh.. libur ya, Bu? Maaf saya tidak tahu. Tadi kata ibunya tanya aja Lisna ada di mana ke Bu Mugi.”
Saya : “Nanti saya tanya ke teman-temannya lewat grup Line ya Pak. Mungkin dia sedang mengerjakan tugas sekolah yang belum selesai”.
Bapaknya Lisna : ” Oh baik Ibu. Mohon maaf merepotkan”.

Hmmm.. beginilah tugas guru yang dua puluh empat jam ya. Saya yang sudah sampai rumah dan mengerjakan pekerjaan rumahpun masih harus mencari tahu di mana si murid berada. Saya akhirnya me-line Lisna dan beberapa temannya karena Lisna no respon banget. Tahulah akhirnya bahwa Lisna ada di rumah Sumi dan mereka sedang mengerjakan tugas kelompok.

Kejadian dengan Lisna memang bukan sekali ini. Pernah suatu ketika jam 8 malam si Bapak Lisna telepon karena Lisna belum pulang. Tanya sana sini ternyata Lisnanya sedang ikut bedah kampus ke Depok dan pulang kena macet. Hadeeuh, saya ga tau dan si Bapak Lisna juga tidak tahu. Tapi nanya ke guru memang tepat ya, karena dengan cepat informasi terkumpul, maklumlah gurunya gaul. Uhuy, bangga. Coba gurunya katrok, ga punya Line, ga punya facebook, ga punya twitter, ga punya instagram, ga punya blog, ga punya email, dan sebagainya. So, bertanyalah pada guru 🙂

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s