Fokus pada Kelebihan, dan Lupakan dulu Kekurangan

2013-12-21 09.00.02

Setiap manusia memiliki kekurangan, tentu saja. Apalagi siswa kita, yang setiap hari semakin tampak saja kekurangannya. Hampir setiap saat, perbincangan di kantor riuh rendah melulu tentang perilaku anak-anak jaman sekarang yang tak malu menyontek, malas belajar, tak bisa bayaran sekolah, remedial matematika, remedial fisika, dan sebagainya. Setiap saat hanya kekurangan yang diperbincangkan, sementara… guru kadang lupa kelebihan siswanya, juga orang tua.

Adalah seorang ibu yang datang mengambil raport anaknya. Tahun ini adalah tahun kedua dia di SMA. Nilainya selalu biasa saja, tidak menonjol tinggi, bahkan kecenderungan selalu mengarah turun. Tak ada yang istimewa pada anak ini kalau dilihat dari nilai. Ibunya kembali menyatakan dirinya frustasi dengan angka-angka anak sulungnya ini. Bagaimana bisa dia kuliah di jurusan yang dikehendaki, atau bagaimana bisa dia mendapat rangking yang tinggi, atau lebih sadisnya lagi, apakah bisa dia naik kelas kalau nilainya pas-pasan atau di bawah kriteria minimal ?

“Saya ingin, sesekali membawa rapor anak saya ke rumah neneknya, dan bilang bahwa nilai-nilai anak saya tinggi, rangkingnya juga baik, tapi saya tidak pernah melakukannya, karena rangking dia selalu terakhir atau kedua dari terakhir di kelasnya”.

“Tahukah Ibu ?”, akhirnya ibu guru buka suara. “Anak ibu adalah anak yang baik, ramah, supel, pandai bergaul, ceramahnya hebat, kultumnya keren, temannya banyak. Guru-guru suka pada dia. Walaupun nilai matematikanya pas-pasan dan selalu remedial pada pelajaran Akuntansinya, tapi dia melakukan ujiannya dengan jujur. Bagaimana menurut ibu, apakah kita akan melanjutkan kelebihannya ini atau kita lupakan saja dan terus memaksanya bimbel sampai malam ? “. Si ibu terdiam, tak percaya barangkali ibu gurunya akan berkata begitu.

“Bagaimana kalau kita beralih pada kelebihannya dan mulai melupakan segala kekurangannya ?”. Gantian, si ibu guru yang terdiam. Terbayang dalam benaknya, bagaimana anak ini selalu berkeluh kesah tentang ketidakmampuannya menyelesaikan soal matematikanya dan terbayang juga keceriaannya ketika menjelaskan betapa bahagianya menjadi orator di depan teman-temannya.

Kasus orang tua yang tidak tahu kelebihan anaknya di mana, itu sangat banyak terjadi. Maka, ketika guru berada di kelas dan lingkungan sekolah, tugasnya tidak hanya menjelaskan materi, namun juga mengintip apakah anak-anak didiknya memiliki bakat dan kemampuan di bidang tersebut atau tidak ? Setelah itu, bicarakan dengan walikelas, guru-guru yang mengampu pelajaran lain, orang tua dan guru BK.

Memiliki kekurangan seharusnya menjadi hal yang biasa, namun bagaimana memunculkan kelebihan dan mengasahnya inilah yang luar biasa. Sudah saatnya sekolah tidak hanya mencatat berapa banyak pelanggaran siswa, namun juga menuliskan dengan tinta emas semua prestasi siswa baik di bidang akademik ataupun bukan. Selalulah fokus pada kelebihan siswa, bukan pada kekurangannya. “Setiap anak yang cerdas di pelajaran MIPA, pasti secara keseluruhan dia pintar juga di pelaran lain”, seorang kepala sekolah menegaskan kepercayaannya ketika rapat guru sedang membicarakan pembagian kelas. Jadi, setiap anak yang tidak bisa pelajaran MIPA apakah akan juga tertinggal di pelajaran lainnya ? Baiklah, sekarang kita kembali saja fokus pada kelebihan siswa. Kalau semua sekolah hanya mau menerima siswa pintar, lalu bagaimana siswa yang tidak pintar akan belajar ? Siapa tahu siswa yang kurang cerdas dan tidak bisa apa-apa itu karena gurunya tidak bisa menggali potensi dan kelebihan mereka ?

Perlu juga diingat, yang disebut kelebihan tidak selalu ada di bidang kognisi. Pandanglah kemampuan anak yang beragam . Barangkali mereka bisa mengaji dengan baik, hafalan Qurannya hebat, menyanyinya merdu, bermain basketnya keren, maen futsalnya oke. Temannya banyak, gambar manganya keren punya. Senang pada kebersihan, mungkin baris-berbaris, menanam dan merawat bunga di taman sekolah. Hobinya dagang, pakaiannya rapi, dan sebagainya.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s