Siapa Presidennya ? Tunggu KPU aja yaa…

 

Gonjang-ganjing dua kubu capres yang saling mengklaim kemenangannya membuat banyak orang bingung. Yang bener quick count yang mana sih ?

Jangan lihat tipi dulu deh, kalo ga sanggup mellihat kenyataan capres yang didukungnya dapat persentase yang rendah dibandingkan capres yang lain. Atau mau cuek aja ? Lebih baik begitu, santai aja. Pengumuman presiden masih lama. Biarkan KPU bekerja dan tetaplah mengawal perhitungan suara itu dengan seksama. Jangan biarkan si curang-curang mengambil kesempatan untuk bermain-main dengan hasil pemilu. Usunglah pemilu jujur, aman, dan damai.

Kalau ingat pelajaran statistik, populasinya ya seluruh warga negara Indonesia yang ikut pemilu, yaitu 188.268.423 (data saya kutip dari Kompas). Nah, dalam quick count, yang diambil adalah sampel. Pengambilan sampel juga memiliki beberapa cara dan metode. Sehingga, jadilah ada lembaga survey yang mengambil sampel 2000 TPS atau kurang atau lebih. Jumlah TPS di seluruh Indonesia itu sebanyak 478.685  dari 33 KPU Provinsi (Kompas, 10 Juli 2014). Jadi, sisanya yang tidak dijadikan sampel itu masih sangat banyak.  Dan, setiap lembaga survey sepertinya memiliki cara dan metode yang berbeda, terbukti dari bedanya hasil survey mereka. Kalau ga yakin, ga usah ikut ribut. Buatlah survey sendiri !

Jika kita melaksanakan pemilu pada hari Rabu, 9 Juli 2014, maka penghitungan suara bermula ketika pemilu hari itu usai. Selanjutnya, dilakukan rekapitulasi perolehan suara secara berjenjang dimulai dari tingkat desa yang dilakukan oleh PPS selama tiga hari. Berarti Kamis, Jumat, dan Sabtu 12 Juli . Sekarang saja masih Jumat, berarti esok baru selesai tugas PPS di desa. Dilanjutkan dengan rekapitulasi di tingkat kecamatan oleh PPK (panitia Pemilihan Kecamatan) hingga 15 Juli 2014. Berlanjut ke kabupaten / kota hingga 17 Juli, lalu ke provinsi hingga 19 Juli. Tahapan terakhir di tingkat nasional oleh KPU selama tiga hari dari tanggal 20 hingga 22 Juli 2014. Jadiii…. mengumumkan sekarang sudah menang atau kalau itu  menurut saya prematur banget. Membuat masyarakat was was. Coba deh lihat sosmed, saling ejek antar pendukung. Yang menakutkan adalah ketika real qount memberikan hasil yang tidak sama dengan quick count. Mana si presiden sudah ngaku menang lagi… apa pendukungnya mau nrimo ?

Harusnya setiap penayangan QC, lihat dulu sama pemirsa, versi siapa itu ? 100 % versi mereka ya 100%  dengan sampel yang mereka ambil. KPU sendiri tidak melakukan QC tapi RC yang hasilnya nanti bisa kita lihat pada tanggal 22 Juli 2014. 100%nya lembaga survey dan 100%nya KPU jelas berbeda. So… mau nunggu KPU dengan damai atau tetap yakin dengan QC ? Monggoooo….

 

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s