STOP Anak Sekolah Kecil Bermotor!

 

Di belakang rumah mertua saya, ada sebuah sekolah SMP satu atap yang masih menginduk di sebuah SD negeri. Namanya juga di kampung, bisa ditebak dong siapa yang datang ke sekolah tersebut. Bukan merendahkan, tapi memang mereka bukanlah orang-orang berada yang jelas kaya raya, tapi anak-anak biasa dengan orang tua biasa pula yang pekerjaannya seputar buruh pabrik, pedagang, tukang ojek, petani, dan sebagainya. Tapi mereka juga bukan orang miskin, nyatanya mereka banyak yang berkendara motor sendiri.

Nah, bisa menebak juga tidak apa yang terjadi pada mereka ? Sepulang sekolah saya sering berpapasan dengan beberapa gerombol anak-anak SMP ini yang kebut-kebutan di jalan dengan sepeda motor mereka. Kadang-kadang satu motor berisi tiga atau bahkan empat orang siswa sambil cekakak cekikik. Kadang-kadang pula menghabiskan badan jalan karena mereka mengendara serempak dan bergerombol.

Widih. Sesungguhnya, pemandangan ini sangat menyeramkan. Saya selalu berdoa tidak ada satupun dari anak-anak itu yang mengalami kecelakaan. Pernah, di Tambun ada sebuah motor siswa yang bertabrakan, malah dimarah-marahin orang-orang, tidak banyak yang berniat menolong. Mungkin perilaku ugal-ugalan dan tidak santun di jalan raya yang membuat masyarakat jengah terhadap siswa kebut-kebutan ini.

Seorang ibu orang tua siswa saya pernah bercerita dengan agak trauma marissa gitu bahwa dia menyaksikan seorang anak ngebut melewati mobilnya dan brakk!! anak itu tertabrak motor orang lain dari jalan berlawanan. Terkapar tak berdaya dan meregang nyawa di depan matanya. “Saya trauma. Saya tidak mau mengijinkan anak saya naik motor”, serunya. Namun,  tidak semua orang tua trauma dengan kenyataan ini. Ternyata banyak orang tua tetap memberikan motor pada anaknya walaupun usia mereka jauh dari usia aman berkendara.

Guru-guru juga santai saja sepertinya melihat fenomena seperti ini, padahal tidak sedikit siswa yang mengalami kecelakaan di jalan raya. Sekolah cuek dengan perilaku anak-anak didik mereka sesungguhnya.

Jadi, sebaiknya pilihlah sekolah yang melihat keamanan anak-anak kita sampai ke keamanan mereka di jalan raya. Bagaimana ?

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s