Nostalgia Kue Rangi

 

Waktu nganter Hanif beli sepeda baru di perumahan sebelah, eh.. ada penjual kue rangi. Mau ah… selalu ngangenin walaupun rasanya beda dengan waktu kecil dulu ketika saya suka beli.

Sepulang sekolah, ada dua jalan yang bisa dipilih saya untuk jalan pulang. Ke Lapangan Lonceng (yang sekarang dipakai separuh untuk Mess Universitas Tazkia di Dramaga Bogor) atau lewat Pasar Dramaga, pasar tradisional di Dramaga. Nah, di pasar ini, di pinggir jalan di atas jembatan suka ada penjual Rangi. Kalau ada sisa uang jajan ya sudah deh.. belanja Rangi.

Si Bapak penjual Kue Rangi

Si Bapak penjual Kue Rangi

 

2014-06-18 17.18.51

2014-06-18 17.19.27

2014-06-18 17.23.28

2014-06-18 17.21.29

Walau rasanya beda, tetap Rangi 🙂

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s