Guru dan Capres

 

Status sampah. Itulah yang menyebalkan dari sosial media sekarang ini. Masa-masa kampanye yang dilakukan para simpatisan capres dan cawapres jadi sangat mengganggu. Ada yang kampanye negatif, ada juga yang kampanye hitam. Satu simpatisan dengan simpatisan lain saling menyerang, membela masing-masing jagoannya.

Yang saya juga kurang suka adalah para guru di beberapa kelompok sosmed juga ikutan panas-panasan. Tidak mendidik sama sekali. Yang dibahas adalah kekurangan dan kejelekan para kandidat lawan. Tidak pantas karena status kita dibaca orang lain, ada siswa, ada orang tua, ada keluarga, ada rekan kerja, dan sebagainya. Dari mereka itu barangkali ada yang tidak satu faham dengan si penulis status, akhirnya jadi berdebat kusir ga jelas. Yang dibela juga ga tahu loh kita bela mati-matian. Seharusnya proporsional saja. Jadi guru itu “agak” susah memang, tapi tetap harus bisa menjaga diri untuk tidak kebablasan.

Siapapun presidennya, nanti dia itulah yang harus kita taati sebagai pemimpin. Salah satu dari mereka pasti jadi presiden. Tenang saja, dan kita tetap jadi guru. Kita harus cari makan sendiri. Semoga saja presiden nanti akan membawa Indonesia menjadi negeri yang aman, tentram, damai, makmur, sejahtera, adil, pintar, melek internet, berpendidikan.. trus apa lagi ? silahkan tambahkan sendiri doanya ya…

 

 

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s