Kode Etik Guru

 

Mata Kuliah Prof Aminudin kali ini mengetengahkan materi Kode Etik Guru ( teachers’s Code of Ethics). Menuru Prof Amin, kode etik berasal dari bahasa Latin Code dan Ethos. Code berarti ketentuan, peraturan dan Ethos berarti Etika, Moral, akhlak dan budi pekerti yang ditampilkan dalam tingkah laku.

Kode Etik berarti seperangkat aturan moral dan etika yang mengawasi perbuatan  tingkah laku yang bertentangan atau melanggar ketentuan yang berlaku sewaktu melaksanakan tugas profesi yang dapat menjerumuskan yang bersangkutan ke depan pengadilan dan dijatuhi hukuman penjara dan denda dalam bentuk uang.

Hmmm…

Mengingat banyaknya pelanggaran kode etik profesional dalam melaksanakan tugas, maka pemerintah mengeluarkan seperangkat aturan moral pada setiap instansi, jawatan, jabatan dan kedudukan untuk mengawasi dan menghukum para pejabat atau petugas yang melanggar kode etik jabatan yang dipangkunya.

Sejak tahun 1989, pemerintah melalui Menteri Tenaga (kerja kali ya) RI mengeluarkan seperangkat Kode etik guru berdasarkan peraturan pemerintah nomor 26 tahun 1989. Mengunduh dari http://pgrikundur.edublogs.org/kode-ikrar/kode-etik-guru/, kode etik guru adalah sbb:

KODE ETIK GURU INDONESIA

1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila
2. Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing –masing .
3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan .
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik–baiknya bagi kepentingan anak didik
5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan.
6. Guru secara sendiri–sendiri dan atau bersama–sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan.
8. Guru bersama–sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengabdiannya.
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: