Business Model Canvas

 

Saya mengenal Business Model Canvas (BMC) pada saat pelatihan social entrepreuner yang diselenggarakan British Council 2010 lalu. Beberapa waktu lalu pada saat Konferensi Guru International, pembicara dari Belanda juga memberikan materi sama tentang BMC. Rupanya, BMC pada saat itu mulai digandrungi sebagai model atau ringkasan gambaran bisnis yang bisa dilihat dalam selembar kertas sekaligus. Mungkin inilah akhirnya mengapa diberi nama Canvas.

BMC lebih memudahkan siapa saja membuat konsep bisnis model. BMC memuat sembilan kotak yang biasa disebut peta sembilan elemen yang terdiri dari : Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key paertnership, dan Cost Structures.

Sekarang ini, ketika mengajarkan tentang proposal usaha untuk siswa, saya tidak lupa juga mengajarkan bagaimana membuat BMC ini. Dengan BMC, siswa akan memahami keseluruhan bisnis yang dijalaninya. Dari BMC inilah lalu siswa mengembangkan proposal usaha.

Penampakan BMC :

 

Langkah-langkah Membuat BMC :

  1. Tentukan customer segmen. Konon, sebelum menentukan produk apa yang ingin kita jual, kita harus tahu dulu siapa konsumen sasaran.
  2. Setelah kita tahu pangsa pasar tujuan, langkah selanjutnya adalah mempertegas Value Proposition yang akan kita tawarkan.
  3. Langkah selanjutnya kita harus menentukan melalui apa produk yang kita tawarkan sampai ke pelanggan. “Channels” mulai kita rumuskan, apakah akan menjualnya langsung ke pelanggan di pasar ? atau via onlie ? facebook? twitter ? dsb.
  4. Kalau sudah tahu dengan cara apa kita menawarkan produk, maka kita harus berpikir bagaimana agar si pembeli akan datang lagi pada kita ? Langkah-langkahnya kita tulis dala, Customer Relationship. Misalnya membuat grup khusus pencinta produk kita. Dengan begitu, bisa memberikan informasi terkait produk, apakah cara pemakaian, garansi, dsb.
  5. Langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana pemasukan uang datang di dalam Revenue Streams. Misalnya ketika kita akan menjual makanan, apakah kita juga akan menjual minuman ? ataukah membuka pesanan online dst ?
  6. Perhatian kita selanjutnya adalah pada Key Resources, sumber daya apa saja yang kita perlukan. Kalau kita membuka warung makan, kita butuh tukang masak, resep uggulan, dst.
  7. Key Activities adalah semua kegiatan yang kita lakukan. Jika saja kita menjual makanan, maka langkah sebelum menjual makanan adalah berbelanja bahan-bahan makanan, membuat makanan, lalu menjualnya. Jadi, di sini kita menjelaskan kegiatan apa saja yang dilakukan.
  8. Key Partership juga harus dipikirkan. Partner-partner penunjang usaha kita. Misalnya pemasok baju untuk toko sepatu. Pemasok gula merah untuk pembuat dodol.
  9. Terakhir, kita harus menuliskan pula pengeluaran apa saja yang terjadi dalam usaha yang kita jalani. Apakah itu untuk membeli barang, menyewa ruko, membiayai pegawai, dst.

Sembilan elemen tersebut tergambar jelas dalam canvas. Berikut contoh BMC yang sudah terisi :

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Business Model Canvas

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s