Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP)

 

2013-02-07 14.22.52

Pada saat guru membuat KKM di sekolah, maka penilaian yang diberlakukan adalan Penilaian Acuan Norma. Artinya, acuan tersebut akan dipakai di sekolah yang bersangkutan. Sebut saja misalnya nilai KKM yang ditentukan adalah 75 untuk pelajaran matematika, artinya siswa yang setelah diadakan tes tidak mencapai nilai 75, maka dia akan mengulangi pembelajaran atau tes yang dimaksud. KKM itu sendiri pada saat tes berlangsung berubah menjadi Penilaian Acuan Patokan, karena sudah menjadi nilai patokan yang ditetapkan sekolah.

 

Penilaian Acuan PAtokan (PAP)

Kriteria :

– tingkat penguasaan atau tingkat pencapaian tujuan

– batas lulus mutlak

Tujuan : Menilai kompetensi atau pencapaian tujuan program

Penyusunan Tes : Lebih mengtamakan validitas konten atau isi (tes yang diberikan sudah mengacu kepada materi di kurikulum)

Tingkat kesukaran tes : soal sedang lebih banyak dibutuhkan (2:6:2)

 

Penilaian Acuan Norma (PAN)

Kriteria :

– Peringkat atau kedudukan dalam kelompok

– Batas lulus relatif

Tujuan : Untuk keperluan seleksi atau menentukan distribusi

Penyusunan Tes : Lebih mengutamakan validitas internal atau daya pembeda (apakah butir-butir soal yang dibuat bisa membedakan siswa yang mampu / tidak)

Tingkat kesukaran tes : Pemusatan tingkat kesukaran pada prediksi batas lulus.

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s