Jangan Lagi Kuliah Salah Jurusan

 

Ada berbagai pertimbangan mengapa kita memilih suatu jurusan di perguruan tinggi. Faktor-faktor yang sering kali dijadikan alasan adalah :

  1. Minat siswa
  2. Minat orang tua
  3. Ikut-ikutan teman
  4. Yang penting kuliah
  5. Yang penting kuliah di PTN
  6. Yang penting kuliah di Universitas Anu, jurusan boleh apa saja (karena ada nenek di daerah tersebut)
  7. Biaya
  8. Sesuai nilai rapor
  9. Disuruhnya mengambil jurusan tersebut oleh guru

Nah, Anda masuk kategori faktor yang mana ?

Menurut Irene Guntur, M.Psi., CGA, Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility (IDF), seperti dilansir Okezone.com, sebanyak 87% mahasiswa Indonesia salah jurusan. Mbak Irene bilang, salah jurusan mengakibatkan pengangguran. Kok bisa ? Begini ceritanya : Kalau seseorang mengalami salah pilih jurusan, maka hati dan skillnya tidak akan berkembang. Seperti contoh beberapa kasus yang saya temui di orang-orang terdekat saya memang, salah jurusan ternyata bikin males belajar. Gak mood, dan tidak memicu peningkatan prestasi yang berarti. Hanya sekedar memenuhi kewajiban untuk kuliah. Eh, yang penting gue kuliah. Begitulah kira-kira. Salah satu berita buruk adalah ketika mahasiswa terpaksa harus DO atau memilih mengundurkan diri atau bisa juga pindah jurusan. Bukankah itu buang-buang waktu dan biaya ?

Kembali ke ketidakberkembangnya kemampuan mahasiswa, ketika mereka harus interview dalam melamar pekerjaan, passionnya tidak terlihat. Ya, namanya juga tidak cinta sepenuh hati dengan jurusan yang diambilnya maka lulusan perguruan tinggi tidak paham apa yang dipelajarinya selama kuliah. Akhirnya lamaran pekerjaan akan berhenti hanya pada wawancara saja. Timbullah pengangguran. Begitulah.

Masih banyak waktu untuk memperbaiki pilihan yang salah, mumpung belum mulai pilih-pilih jurusan di SNMPTN nanti. Pertama, lihatlah minat kalian di bidang apa. Jadikan orang tua dan guru sebagai tempat bertanya dan berdiskusi. Sebaiknya tidak setuju 100 persen begitu saja segala saran tanpa memikirkan minatmu tadi. Orang tua kadang memiliki harapan yang sangat tinggi namun juga suka mengenyampingkan kemampuan dan minatmu di bidang apa. Seperti tentang cita-cita dokter-nya orang tua yang harus diikuti oleh anaknya padahal kemampuan dan minat anak tidak di sana.

Juga jangan ikut-ikutan teman. Teman pilih arsitektur, ikut deh. Teman pilih hukum, ikut deh. Ingatlah prinsip temanmu adalah sainganmu !

Untuk yang merasa sangat ingin kuliah, dan terserah kuliah di jurusan mana saja, yang penting kuliah. Ini juga harus dihindari. Ingat salah satu penyebab pengangguran yang belum tertulis di buku-buku paket. Bisa-bisa tahun depan kalian ditulis tuh sebagai salah satu penyebab terjadinya pengangguran. Lagi pula, ketika lulus kuliah kita kan harus bekerja. Pekerjaan kita memerlukan ilmu yang kita pelajari di perguruan tinggi.

Selamat berpikir ulang yaa 🙂

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s