Resiko Menyekolahkan Anak

Beberapa hari ini saya harus mengundang orang tua siswa terkait keterlambatan dan beberapa kasus lain. Bukan perkara mudah loh mengundang orang tua begitu saja. Ada perasaan berat. Menggganggu tidak ya ? Mereka kan orang sibuk dan sebagainya. Ini juga digara-garai dari banyaknya orang tua siswa yang enggan hadir dengan berbagai alasan. Alasan utama adalah sibuk bekerja, sulit mencari jadwal kosong, dan sebagian menganggap bahwa anak SMA adalah anak sekolah yang sudah gede, yang harus menanggung resiko dari kesalahan mereka apapun sendirian, tanpa harus melibatkan orang tua. Benarkah begitu ?

Seharusnya memang begitu, siswa SMA harus dianggap sebagai orang dewasa yang bisa menerima resiko apapun sendiri karena mereka sudah besar. Tapi bisakah begitu ? Faktanya, hanya satu dua orang siswa SMA yang menyadari bahwa mereka sudah dewasa dan harus juga berlaku dewasa. Sisanya belum mampu mengemban julukan dewasa, mereka tetap saja remaja yang sedang mencari jadi diri. Sebutan lain untuk anak SMA adalah labil. Bisa jadi juga begitu, mengingat di masa ini mereka hanyalah anak-anak yang kadang ingin disebut dewasa namun kadang masih senang disebut anak-anak. Mereka adalah pribadi yang tidak pernah mau disalahkan. Jadi wajar saja kalau kepala sekolah memanggil mereka, mereka akan berkelit setengah mati, membela eksistensi diriya yang mulai terkoyak. Hasik.

Jadi, salah satu cara yang diyakini masih mujarab mencegah kelakuan anak-anak SMA ini mengulang  keterlambatan dan kekacauan-kekacauan lainnya adalah membuat komitmen dan saling menjaganya satu sama lain, bersama orang tua.

Hai, jangan lupa, sekolah dan pendidikan karakter siswa bukan hanya tugas guru di sekolah, tapi juga orang tua. Butuh komitmen bersama mewujudkan semua itu. Kalau orang tua diundang, ya resiko menyekolahkan anak, begitu kata Pak Didi Suradi. Hmm… baiklah, resiko menyekolahkan anak. Anak sekolah saja masih beresiko ya, apalagi tidak sekolah 🙂

Advertisements

One thought on “Resiko Menyekolahkan Anak

  1. Itu salah satu tugas berat walikelas ketika memanggil orang tua ke sekolah kareana kelakukan anaknya. Kalau disekolah tempat saya mengajar, jika ada kasus siswa terlambat dan dipanggil orangtua, ada surat perjanjian bermaterai, biar anak dan orang tua tahu resiko menyekolahkan anaknya karena kami masuk jam 6.45. salam kenal bu 🙂

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s