Jangan Terlambat Pergi Sekolah

 

Gara-gara kemarin libur, hari Rabu ini kok jadi berasa Senin. Apa yang terjadi ? Hehe.. akhirnya salah kostum. Ke sekolah pakai seragam warna hijau, padahal orang lain berbatik ria warna merah. Daripada malu akhirnya putar balik ke rumah lagi dan ganti seragam dulu. Peristiwa ganti kostum ini tentu saja memakan waktu yang tidak sedikit. Alhasil, perhitungan berangkat pagi kali ini meleset. Alhamdulillahnya ada polisi di pertigaan, jadi tetap lancar jaya saja sampai sekolah. Tapi, saya jadi punya pengalaman dan pengetahuan baru dari sepanjang jalan yang dilalui kala hari sudah mulai siang begini.

Everybody in hurry. Semua orang sangat terburu-buru, tampaklah mereka yang berkendara, khususnya roda dua, sepertinya tidak lagi peduli keselamatan. Ngebut, salip kanan dan kiri. Sementara angkot yang kosong tetap dengan laju santainya mencari penumpang. Akibatnya, dua jalur jalanan berubah jadi tiga jalur. Parahnya lagi, anak-anak sekolah, sepertinya SMP dillihat dari warna celananya yang biru dan perawakannya juga masih pada imut, ngebut tanpa helm dengan jumlah penumpang dalam satu motor rata-rata 3 orang.

Waah, begini ya kalau sudah siang. Sepertinya semua orang ingin tidak terlambat, akibatnya jalan raya bagaikan hutan belantara. Saya hampir jarang pergi kesiangan karena walaupun dekat tapi kalau sudah macet di pertigaan, bisa sampai 4 jam. Berasa seperti pulang kampung, walaupun perginya pagi. Jadi sebisa mungkin jam 6.30 harus mulai meninggalkan rumah.

Hari ini dapat pelajaran berharga sebagai peringatan untuk diri sendiri dan teman-teman yang lain, bahwa:

– Anak saya yang masih SMP tidak akan pernah saya ijinkan naik motor sendiri untuk berangkat sekolah. Anak-anak  seusia ini masih belum bisa merasakan bahaya di jalan raya. Posturnya yang kecil juga tidak proporsional untuk mengendarai motor sendiri, karena memang motor tidak dirancang untuk anak-anak seusia itu. Masih mending naik ojek atau kendaraan umum lainnya.

– Jangan telat berangkat sekolah, karena resiko di jalanan lebih besar. Mungkin saja kebanyakan kecelakaan yang  terjadi sepertinya di jam-jam kala jalan raya sibuk seperti ini. Saya jadi membayangkan siswa saya yang terlambat datang ke sekolah, pasti merekapun terburu-buru. Wah… harus diingatkan lagi untuk berangkat lebih pagi.

Semoga bermanfaat ya curhatan pagi dingin ini. Semoga banjir cepat surut dan kembali beraktifitas dengan bahagia 🙂

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s