Hati-Hati Guru di Tipu!

 

Bu Ari setengah teriak tidak percaya ketika membaca pesan singkat yang baru saja diterimanya dari nomor 085696245839. Beberapa menit kemudian teman-teman yang lain susul menyusul melaporkan bahwa mereka juga mendapat pesan yang sama. Tak lebih dari satu jam, sayapun mendapatkan pesan yang sama. Hmmm… Bu Ari mencoba menelepon nomor tertera di dalamnya namun tidak diangkat. Bu Nunung mencobanya juga dan ternyata,, bing ! diangkat !

Apa sih bunyi pesan aneh tersebut :

Selamat Sore Saya. Najemudin. (Kepala Sekolah.SMA Al Muslim) Anda diundang untuk menghadiri seminar “peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik dan temaga kependidikan Guru dari Ditjen DIKBUD KEMDIKBUD.Tgl. 23 – 24 Nov 2013 di Hotel Nusa Dua Bali Ditujukan Kepada Saudara Yth.Siti Mugi Rahayu. (No. Peserta Anda, 5272547) (Biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh Ditjen DIKBUD KEMDIKBUD, Rp. 5.jt/peserta) Untuk Menerima Dana Transportasi & Akomodasi, Sekarang Anda bisa Langsung Menghubungi Ketua Panitia Penyelenggara Bapak. Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. (Dirjen Pendidikan Menengah) di No Hp Beliau. 0816648957. Undangannya baru kami terima dari KEMDIKBUD bisa diambil hari Rabu diruangan saya, Maaf baru sempat sms kebetulan ada acara kelurga di luar kota. Terimakasih.

Bunyi pesan sekaligus tanda baca dan isinya yang aneh langsung mengingatkan saya pada sebuah status di FB yang menyinggung sebuah kasus penipuan pada guru. Yang menarik dan membuat guru bertanya-tanya, kok data-data yang dipakai adalah data dirinya ? Diperoleh dari manakah data-data ini ?

Seingat kami, kami mengirimkan data-data lengkap ke Dinas Pendidikan Kebupaten biasanya terkait masalah sertifikasi atau tunjangan lainnya dari pemerintah. Entah dari mana akhirnya data-data tersebut harus bocor ke tangan orang-orang tidak bertanggungjawab. Apakah benar ini sms hoax ? Kami langsung konfirmasi ke Kepsek dan memang beliau menyarankan untuk tidak mengindahkan sms ini. Intinya, bukan dari Kepsek.

Kalau diperhatikan, isi suratnya sangat tidak masuk akal. Mana mungkin pula kita harus menelepon langsung seorang Prof. Dr. Ir. yang biasanya punya kesibukan mengajar atau meneliti yang luar biasa. Mau beliau menerima telepon ratusan orang ? Lagi pula, bukan gaya Kepsek saya banget sms seperti ini.

Bu Nunung mengisahkan perteleponannya dengan nomor Prof. Achmad di atas. Si Prof pura-pura galak dan balik bertanya ada kepentingan apa menelepon dia ? Lalu ujung-ujungnya, pendaftaran ke Bali ini harus dilakukan sekarang juga. Bu Nunung lalu digiring ke ATM terdekat untuk segera melakukan transfer. Ga nyambung kan ? Akhirnya Bu Nunung yakin benar bahwa ini penipuan. Kata Bu Nunung, “pokoknya kalau urusannya minta ke ATM, pasti penipuan”. Soalnya, Bu Nunung pernah hampir tertipu modus yang berbeda. Malah, seorang tetangga sempat tertipu sms “mamah, kirimin aku pulsa dong !”.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s