Cerita Mistis untuk Memasarkan Museum

 

Museum Nasional

Museum Nasional

Mendikbud Mohammad Nuh, seperti ditulis kemdikbud.go.id., memberikan tips bagaimana caranya memasarkan museum. Perhatian Nuh tertuju pada anak-anak sekolah dan turis mancanegara. Museum memang tidak banyak yang menarik, Pak Mentripun mengakui hal ini. Kita juga bisa mengetes  ketertarikan kita  pada museum. Coba saja datang ke museum dan hitung berapa lama waktu yang paling panjang kita habiskan di dalamnya? Kalaulah tidak boleh foto-foto bergaya kiri kanan, mungkin hanya selintas dua saja waktu yang kita habiskan untuk menikmatinya. Padahal, isi museum di Indonesia ini banyak yang luar biasa. Bayangkan saja, peninggalan sebuah negara, dinasti, dan sebagainya. Bagaimana tidak bernilai ? Belum lagi nilai seni di banyak artefak dan peninggalan-peninggalan zaman kerajaan masa lampau. Nilai seni dan nilai sejarah sebenarnya menjadi raja pada semua museum. Namun, apa pula sih yang bisa membuat kita tetap tertarik atau tetap memaksakan diri mendatanginya ?

guide sedang menjelaskan isi Museum Fatahillah

guide sedang menjelaskan isi Museum Fatahillah

Saya jadi teringat Museum Nasional yang beberapa hari lalu kami kunjungi. Besar dan sepi. Bener loh… serem. Sepertinya ga perlu ada cerita mistik, sudah sangat menyeramkan. Coba kalau pengunjungnya kita sendiri. Benar-benar horror. Bagaimana saya mau ke museum ? kok saya jadi merasa ga kompak begini ya sama Pak Mentri. Ada museum wayang di Kota. Dalam perjalanan keliling museum ada yang nyeletuk “kalau malam wayangnya pada jalan nih…”. Ya ampun deh, anak-anak jadi ilpil denger kemistisannya. So… sepertinya saya setuju dengan Museum Bank Indonesia yang menata koleksi begitu apik. Setiap pengunjung rombongan akan diantar ke teather terlebih dahulu. Ada film yang mengisahkan tentang bagaiman sejarah MBI itu sendiri dan sejarah uang. Tentu saja sekaligus perjalannya sambung menyambung dengan sejarah nasional Indonesia. Dari situ, anak-anak punya bekal untuk jalan-jalan ke area selanjutnya.

Guidenya tersedia. Guide-guide ini yang akan membimbing pengunjung dengan memberikan penjelasan. Di Museum Linggarjatipun demikian. Guide disediakan gratis. Ternyata, ketika ke Museum Nasional kemarin saya merasakan benar pentingnya guide, soalnya kami bingung. Perjalanan keliling museum dimulai dari mana ? Tanpa guide, keliling museum menjadi perjalanan hampa. Widih.. berlebihan ya ? Tapi tidak juga lho. Kalau jumlah guide terbatas, pengelola bisa saja mengatur kedatangan pengunjung sehingga semuanya bisa ditemani guide.

Penerangan alias lampu-lampu juga sangat diperlukan. Suasana temaram tentu saja membuat enggan ditinggal sendiri di museum, dan suasana gelap tanpa lampu akan membuat suasana menjadi lebih dingin. Amankah untuk koleksi-koleksi yang dipajang ? Belum lagi, jika suasana gelap, CCTC menjadi tidak jelas terlihat. Resikonya, barang-barang antik yang dipamerkan bisa raib.

Ada banyak kenyataan yang kita hadapi perihal museum, salah satunya adalah : Museum itu membosankan. Jarang ada orang yang tertarik melihat-lihat peninggalan bersejarah ini, mungkin karena tidak memiliki ikatan batin atau kepentingan khusus dengan isi museum itu sendiri. Semisal, mungkin saja para pejuang angkatan 45 akan merasa senang dengan melihat-lihat koleksi senjata, mobil tank, bambu runcing, dan sebagainya di museum-museum dengan tema perjuangan. Sama halnya dengan saya yang guru ekonomi, saya senang ketika pertama kali mengunjungi Museum Bank Indonesia karena isi museumnya ada hubungannya dengan pelajaran yang saya sampaikan. Ada rasa penasaran, gitu… tapi, anak saya belum tentu bahagia jika diajak ke museum-museum ini.

Justru, menurut saya, museum harus dimeriahkan dengan berbagai cara yang harus aman tentu saja. Semisal, museum Fatahillah sering kali merelakan pelatarannya untuk acara-acara massif yang bakal dikunjungi banyak orang. Pagelaran musik, misalnya, atau pameran-pameran tertentu. Yang penting, museum jangan disepikan dan diseramkan.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s