Dari Museum Nasional ke Museum Bank Indonesia

 

2013-03-27 13.59.57

Lelah hari ini terobati sudah. Anak-anak sebelas IPS memang kompak dan menyenangkan.

Jakarta pagi di memang macet. Saya yang sempat terbangun dan menyadari masih di Gatot Soebroto akhirnya memejamkan mata lagi. Ketika terbangun lagi, oalaahh.. .. ternyata masih di Gatot. Matot. Alias macet total.

Hampir pukul 10.00 ketika tiba di Museum Nasional. Museum yang luar biasa. Koleksinya sangat banyak, namun sayang ada beberapa hal yang saya catat agak mengecewakan :

Pertama, sepi.

Kedua, membosankan. (Apakah setiap museum begini ? )

Ketiga, tidak ada guide yang menemani anak-anak keliling, sehingga mereka kesana ke mari dalam keadaan bingung. Bertanya ke sana ke mari kurang memuaskan jawabannya. Padahal saya sudah meminta dua orang guide untuk memandu hari ini.

Alhamdulillahnya, anak-anak mencoba bersenang-senang dengan tugas membuat video yang mereka buat. Tidak lupa berfoto-foto ria di antara ratusan patung dan koleksi keren lainnya.

Hmmm.. melihat keadaannya yang begini lengang dan sepi, pantas saja ya ada koleksi museum yang hilang.

Selepas berkeliling di Museum Nasional atau yang biasa juga disebut Museum Gajah, kami berangkat menuju Museum Bank Indonesia. Tiba di sana masih pukul 12.30, padahal jadwal kunjungan kami pukul 13.30. Menunggu lama ya ? Untungnya semua orang yang ditemui melayani kami dengan ramah. Hebat ! Dari satpam hingga petugas kebersihan.. semuanya ramah.

Waktu kunjungan tiba. Anak-anak berbaris rapi. Hmmm… bangga deh melihat mereka tertib. Mengambil tiket dengan tangan kanan, berterima kasih, tersenyum, dan sudah berlaku sangat keren.

Pertama tiba kami menuju ruang theater. Anak-anak disuguhi sejarah Museum Bank Indonesia yang terkait di dalamnya ada sejarahnya secara otomatis dan ada pengetahuan tentang uang dan bank. “Oooh.. begitu ya ceritanya..”, anak-anak tersenyum faham.

Diantar guide yang interaktif dan ramah, anak-anak bergerombol mengerumuni lokasi-lokasi yang sedang dijelaskan. Rasa tertarik mereka sangat tinggi, mungkin juga karena isi dari MBI ini memang menarik dan tidak membosankan.

Akhirnya, dua jam berkeliling tetap membuat anak-anak ingin balik lagi. Kapan-kapan yaa…

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s