Komentar yang Membangun

“Kritikus harus mendidik publik; seniman harus mendidik kritikus” (Oscar Wilde)

Saya mau curhat, tentang komentar-komentar pedas dan kadang menyakitkan hati pada tulisan-tulisan saya.  Pernah mendapatkannya belum ? Kalau belum pernah menulis, maka tentu tak akan pernah mendapatkannya. Bedanya, saya punya pengetahuan lebih tentang bagaimana orang lain menginginkan tulisan versi mereka, dan bagaimana saya menguatkan diri mempertahankan pendapat.

Tapi.. berhubung saya pernah merasa sedih atau marah dengan komentar yang menyakitkan hati dan tidak pantas, saya juga harus belajar bagaimana mengomentari tulisan orang lain dengan santun. Bagaimana caranya kritik kita tersampaikan tapi orang lain tak perlu menderita karena pedih hatinya. Komentar mengomentari benar-benar butuh seni tersendiri.  Yang parah adalah ketika kritikan tentang tulisan diberikan pada orang yang baru belajar menulis. Keinginannya untuk melanjutkan kegiatannya menulis bisa hilang tiba-tiba. Semangat 45nya berganti menjadi keragu-raguan dan tidak percaya diri. Waduh… komentator yang seperti ini jangan ditiru ya… buktikan saja kalau tulisanmu lebih bagus, daripada ngritik tapi tak bisa nulis. 🙂

Advertisements

One thought on “Komentar yang Membangun

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s