Mengapa Anak SMA Masih Tidak Bisa Menulis ?

 

father's at kindie 4

Mengapa anak-anak tak bisa menulis ? Pertanyaan ini sempat mengganggu pikiran saya, karena memang saya sempat termangu melihat anak-anak bimbingan karya tulis saya hanya mampu membuat dua paragraf mini untuk Latar Belakang Masalah karya tulis mereka.

“Kok hanya bisa dua paragraf ? Kembangkan, Nak! Kembangkan ! …”

“Ga bisa, Bu! Mentok!”

kalau sudah mentok ya sudah, mentok. Gemes deh!

Apa sih masalahnya sampai anak-anak selevel SMA belum bisa menulis ?

Pertama, mereka tidak biasa membaca. Kedua, tidak ada yang membiasakan membaca. Ke tiga, mereka tidak suka buku-buku, Ke empat, mereka memang tak pernah kenal ada banyak buku yang bisa memperkaya perbendaharaan kata mereka. Ke lima, mereka tidak bertemu teman-temannya yang suka baca buku, Ke enam, tidak banyak anak yang dibentuk untuk suka baca buku. Ke tujuh, mereka jarang ke perpustakaan untuk pinjam buku. Ke delapan, perpustakaannya minim buku yang asik dibaca. Ke sembilan, mereka tidak pernah diajak menulis sebanyak-banyaknya. Ke sepuluh, gurunya tak suka membaca dan menulis. Ke sebelas, gurunya tidak mengajak menulis dan membaca. Ke duabelas, saya juga gurunya. Jadi saya bersalah doong ? Oh God!

Saya menyesal, dan berdoa semoga masih punya waktu memperbaiki keadaan.

Pekan kemarin saya senang mendapat pencerahan dari Pak Syamsir Alam, Dosen Penelitian Kualitatif saya tentang kebiasaan membaca dan menulis di luar negeri. Saya gagal mengingat negara mana yang dimaksud, bisa jadi hampir di banyak negara maju.

Di negara tersebut, anak-anak selevel TK sudah wajib dibacakan buku bergambar mereka 10 hingga 15 buku dalam seminggu. Mereka sudah dilatih membuat laporan ringan. Untuk level SMP dan SMA, buku yang wajib dibaca lebih banyak lagi. Bahkan di level SMA, salah satu syarat untuk lulus adalah mereka harus membuat 3 buah essay dan karya tulis. Pertama, mereka menulis biografi dari minimal 10 buah daftar pustaka. Kedua, mereka menulis tentang ilmu pengetahuan, ketiga, mereka menulis current event atau kejadian yang sedang ramai dibicarakan orang.

Nah, makanya Prof. Rhenald Kasali pernah bilang bahwa mahasiswa Indonesia tidak pandai menulis thesis dan disertasi dibandingkan mahasiswa luar negeri. Ya salah satu alasannya karena proses pembiasaan yang tidak telaten dilakukan di sekolah-sekolah dari TK hingga SMA.

Hmm..

 

Advertisements

One thought on “Mengapa Anak SMA Masih Tidak Bisa Menulis ?

  1. Padahal, SMA almuslim sudah menjadikan pembuatan karya tulis sebagai salah satu persyaratan untuk lulus ya bu. Memang sih, budaya membaca itu tidak bisa instan. Yang terpenting adalah menumbuhkan minat lebih dulu pada hal2 yang disukai para murid. Jika dia memang suka sastra, biarkan mereka membudaya membaca sastra dan mencoba menulis. Jika mereka suka eksak, budayakan saja membaca koran seputar eksak dan iptek, dan latih di dalam penulisan ilmiah. Sukses slalu

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s