Ketika Tono tak Sama dengan Tini

 

 

 

img : blogketinggalanzaman.blogspot.com

img : blogketinggalanzaman.blogspot.com

Cerita si Ibu :

Ketika si Bapak membacakan tulisan-tulisan pertama Tini, dia mengikutinya dengan lancar tanpa harus susah-susah mengingat apa yang barusan dia dengar dari bapaknya. Si Bapak dan saya tersenyum bangga. Alhamdulillah ya Allah. Senang sekali kami rasanya. Namun di balik rasa senang ini, sebagian hati saya pedih menangis mengingat kenyataan, Tono tidak seperti Tini. Kakak laki-laki si bungsu ini memang terpaut usia 3 tahun lebih tua. Dia sekarang TK kelas B sementara Tini TK kelas A. Tono si ganteng, agak susah jika harus mengingat untaian huruf demi huruf yang dia lihat di buku bacaannya. Dia suka lupa dan tidak percaya diri menyebutkan kembali bacaan-bacaannya walaupun itu baru baris ke-3.

Di tengah kepasrahan saya akan apapun kelebihan dan kekurangannya Tono, saya sempat mengira jangan-jangan anak saya ini menderita disleksia dan terancam tidak bisa membaca. Oh Tuhaan… masa sih? Bagaimana saya mampu menghadapi anak seperti ini ? Akankah menanganinya semudah membaca buku “Menangani Anak Disleksia ? Ah, serasa dunia jadi tak adil seketika. Saya limbung. Bingung.

Namun, saya sering kali diingatkan akan  kelebihan Tono. Dia selalu cepat mengerjakan soal-soal hitungan dalam buku matematikanya. Gambar-gambarnya juga saya temukan penuh inspirasi. Gambar yang berbeda dari anak-anak seusianya. Makanya, saya biarkan dinding dipenuhi oleh celoteh-celoteh Tono dalam guratan-guratan gambar dia yang buat saya menyuratkan makna luar biasa.

Saya sedang membiasakan diri bahwa setiap anak berbeda walaupun mereka tidak harus dibedakan dalam setiap perlakuan. Setiap anak adalah istimewa seistimewa kehadirannya setiap saat. Saya percaya bahwa tidak semua orang harus jadi presiden, tidak semua orang juga harus jadi dokter. Namun saya yakin setiap orang punya arti kalau kita tahu apa arti makna mereka sendiri-sendiri.

Hidup ini memang selalu tidak adil menurut kita, tapi ternyata Tuhan memberikan nilai pada setiap usaha kita mengatasi setiap ketidakadilan itu.

Si Ibu bilang lalu berbisik pada Tono dan Tini : Untuk anak-anakku yang berbeda : Kasih Ibu tetap akan selalu sama untuk kalian  🙂

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s