Bagaimana Memperlakukan Anak SMA ?

 

2013-04-03 14.24.20

Beberapa orang anak mendekat dan curhat. Masalah yang diungkapkan tidak sepele namun tidak juga besar, perihal perlakuan yang mereka terima dari wali kelas atau pembimbing akademik yang dinilai berlebihan atau meminjam istilah mereka.. lebay.

Kok bisa lebay ? setiap waktu makan si wali kelas bertanya..”sudah makan belum?”, waktu pulang sms…”sudah sampai rumah?” atau kalau ada kejadian-kejadian yang menurut mereka “biasa-biasa aja”, orang tua langsung dihubungi. “Bukannya itu baik, bang… itu tandanya pembimbingmu sangat memperhatikan kamu !”

“Itu dia kelebayannya, Bu…”.

Begitu ya ? Ternyata yang awalnya diduga akan menimbulkan persepsi yang baik karena memberikan perhatian bisa juga dinilai sebagai suatu perlakuan yang justru berlebihan untuk anak SMA. Iya lho… “Secara Bu, kita kan sekarang udah SMA”.

Memang seperti apa seharusnya memperlakukan anak SMA ?

Anak SMA itu adalah anak-anak yang sedang butuh perhatian lebih. Itu benar. Tapi tidak dalam bentuk demonstratif  seperti sering-sering dikhawatirkan, disms, dan seterusnya. Anak yang mendapat perlakuan seperti ini justru akan “menjauh” karena kita cerewet, sotoy, SKSD, dan sebagainya. Di usia SMA ini, anak-anak memiliki kecenderungan rasa galau yang berlebihan karena mereka sebenarnya sedang mengalami fase pembuktian diri. Mereka ingin dikatakan mampu, bisa, dan butuh penyaluran apapun.  Mereka sedang berada pada masa ego identitas.  Mereka tidak pernah mau dipersalahkan. Mereka butuh disanjung jika memiliki kelebihan dan tidak akan terima jika kalah. Makanya, langkah yang tepat menghadapi anak-anak SMA adalah… jadilah temannya, jadilah sahabatnya.

Perdebatan biasa terjadi pada guru-guru tentang bagaimana memperlakukan anak-anak usia SMA ini. Tapi selalu saja, hanya guru-guru yang mampu menjadi sahabat mereka yang bisa tahu rahasia apa saja dibalik setiap kejadian yang mereka alami. Jadi, menyelami kehidupan mereka hanya bisa dilakukan dengan cara menceburkan diri ke dunia mereka. Tidak ada salahnya kembali ke masa-masa SMA kita dulu dan modifikasikan masa-masa indah itu dengan keajaiban  masa kini. Fahami bahasa keseharian mereka, ikuti setiap gosip yang sedang beredar. Berusahalah mengerti ritme individual mereka. Masuklah menjadi orang yang bisa mendengar keluh kesah mereka. Jangan ragu menyanjung mereka dengan motivasi dan bangunkan dengan semangat. Jangan jadi intel yang hanya akan mempermalukan mereka dengan membocorkan segala rahasianya.  Ikuti mimpi mereka, dan dengan bahasa orang tua…jangan lupa sisipkan cinta dan doa untuk mereka.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s