Setiap Anak Punya Ibu…

 

Pelan membuka pintu kamar. Menghela napas panjang. Sekilas menatap pemuda yang masih tidur terlentang. Lantas melangkah menuju meja kecil. Mengganti termos lama dengan yang baru. Ia tahu, air-air ini jarang disentuh, tapi tak mengapa, setidaknya ritual pagi ini memastikan kalau anak muda ini masih bernapas.

Ibu-ibu gendut dengan wajah sabar-keibuan itu sekali lagi menatap sekilas pemuda di atas ranjang sebelum keluar dari kamar. Menatap prihatin. Menyeka ujung-ujung matanya yang selalu sembab. Berbisik pelan di pengapnya langit-langit,“Semoga Engkau akhirnya berbaik hati, Tuhan…. Lihatlah, dalam tidurnya, dalam mabuknya, dalam kondisi seperti ini, wajahnya tetap terlihat amat teduh… Semoga Engkau akhirnya berbaik hati…”.

Air mata pertama mulai meleleh di dua paragraf ini. Semoga Bunda Disayang Allah. Novel yang kembali dipinjamkan dari Dian Fibrianti 13 IPS. Menyentil rasa keperempuanan saya, mengingatkan saya pada anak-anak yang selalu dicap bandel di sekolah-sekolahnya, di lingkungan-lingkungan sekitar rumahnya… ternyata dia selalu mempunyai ibu yang begitu khawatir dan penuh doa.

Bagaimana dengan anak-anak bandel ini yang lalu selalu disumpahserapahi guru-gurunya ? Disumpahserapahi tetangga-tetangganya ? Mereka juga ternyata punya seorang ibu yang merintihkan doanya di gelap malam, mengalirkan air matanya di sisa-sisa pengharapannya ? Demi para ibu yang tetap dengan doanya, mari bantu anak-anak yang sedang dalam kesusahan ini menemukan jalannya, dengan penuh kasih sayang.

Ah, bagaimana kalau itu anak-anakku ? Anak-anak kita ? Dan merekapun disumpahserapahi guru-gurunya ? Disumpahserapahi lingkungannya ? Ah, Jangaan…. aku ibunya… kita ibunya… Tolong demi aku dan para ibu yang masih berharap anak-anak ini kembali ke jalan yang benar, berikan kasih sayang yang tulus di sekolah-sekolahnya dan di  tempat-tempatnya berdiri, jangan tambah penderitaannya.

Advertisements

One thought on “Setiap Anak Punya Ibu…

  1. Tersentuh sekali dengan tulisan ini. Gagasan mengenai fenomena ini selalu bertengger di kepala saya namun seingat saya belum pernah saya tulis menjadi esai. andai semua pendidik memahami hal ini, saya yakin pendidikan kita akan mencapai kesuksesan tahap dewa sebab keluar-biasaan para pendidik akan penanganan terhadap anak-anak. ya, semua anak punya ibu baik ibu kandung, ibu di lingkungan dan di sekolahnya. dan semua anak berhak atas pendidikan setinggi-tingginya.
    terus menulis, Bu Mugi. Suaramu lantang dibawa angin!

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s