Belajar Ilmu Ekonomi di Kelas Ekonomi 1

 

Siang ini saya menemani siswa kelas X kelompok lintas minat Ekonomi belajar tentang ilmu ekonomi. Terlebih dahulu siswa dibagi dalam kelompok kecil dan mereka sendiri menentukan ketua kelompoknya. Ketua kelompok inilah yang kelak bertugas mengawal semua diskusi mereka selama pembelajaran.

Langkah berikutnya, siswa mencari pengertian ilmu ekonomi dari dua sumber yang berbeda. Setelah semua siswa memiliki data, saya mengajak mereka menyimpulkan dengan membuat mind map sederhana tentang ilmu ekonomi. Ternyata ilmu ekonomi itu mempelajari perilaku ya, begitu kira-kira komentar mereka setelah melihat kebanyakan dari definisi yang ditemukan adalah mengenai bagaimana sikap manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang sangat banyak namun dengan sumber daya yang terbatas.

Hmm… memang kebutuhan itu luar biasa. List milik kita bisa terus bertambah jika saja kita tak memiliki kendala “keterbatasan sumber daya”. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai ilmu ekonomi yang “terkandung” di dalam kehidupan siswa sehari-hari, saya meminta setiap orang menuliskan biaya hidup mereka selama satu bulan di luar uang makan di rumah. Dan woww!!! mereka sendiri tercengang dengan kefantastisan angka pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan setiap orang yang berbeda. Kesimpulan setiap kelompok sama di bagian “pengeluaran terbesar ada pada SPP setiap bulan”, lalu uang jemputan sekolah, dan yang berikutnya adalah uang jajan.

Husein lalu berkomitmen bahwa dia harus memperkecil pengeluarannya dengan berhemat. Farhan ingin hanya memenuhi “kebutuhan” dan mencoba meminimalisir “keinginan”. Mira ingin membantu orang tuanya menjadi joki online shop. Farida bertekad mengelola keuangannya lebih baik. Lalu ada pertanyaan dari salah seorang siswa ,”Bagaimana menentukan keinginan atau kebutuhan ?”. Seorang temannya memberi solusi untuk menyusun prioritas dari kebutuhan kita masing-masing.

Setelah itu, diakhir pertemuan saya minta siswa mendiskusikan dan mempresentasikan hasil diskusi tentang ilmu ekonomi dikaitkan dengan ajaran agama. Hasilnya, ternyata siswa mampu di luar dugaan saya, menjelaskan berbagai hal ditinjau dari sudut agamanya. Misalnya, kebutuhan kita yang tidak terbatas sebaiknya dibuatkan skala prioritasnya. Pilihlah hanya kebutuhan dan bukan mengikuti hawa nafsu menjadikan semua keinginan menjadi kebutuhan. Jika kebutuhan memang tidak bisa dikurangi, maka kita wajib bekerja keras berusaha agar Allah memberikan perubahan pada hidup kita. Salah satu kelompok menyarankan untuk tetap membayarkan sedekah dari sumber daya yang kita miliki dan berdagang saja sesuai dengan pesan Nabi Muhammad bahwa sembilan dari sepuluh pintu rizki adalah dari berdagang.

Waww. Saya mengakhiri pertemuan di kelas dengan sangat bahagia dan full thank atas semangat mereka belajar. 🙂

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s