Belajar Mandi di TK, Mengapa Tidak ?

 

Saya berkunjung ke blognya pa Munif Chatib. Ada satu cerita beliau, tentang sebuah TK di Gresik yang pada tahun 2003 dimarahi Pengawas Sekolah karena mengajarkan mandi pada anak-anak TK. Menurut sang pengawas, memandikan anak-anak tidak ada dalam silabus.

Saya ga perlu berfikir panjang kalau teringat bagaimana susahnya anak-anak disuruh mandi, tidak mau sikat gigi, dan seterusnya. Mengingat ini semua, saya langsung mengatakan setuju (dalam hati). Bahkan sebaiknya anak-anak TK itu memang diajarkan mandi agar mandiri. Bener lho, dengan belajar mandi, mereka akan tahu bagaimana cara mandi yang benar. Mereka juga belajar menyikat gigi yang benar, keramas yang benar, menyikat badan yang benar, memakai handuk yang benar, dan sebagainya. Pastilah Bu Guru memberikan petuah dan filosofi dari semua kegiatan di kamar mandi. Anak-anak kan kadang lebih “mempercayai” ibu gurunya ketimbang orang tuanya sendiri. Dalam hal ini, tentu saja belajar mandi yang mungkin dianggap sepele jadi penting sebagai bekal si anak mandiri kelak.

Sepertinya, TK di Gresik ini menyontoh kurikulum daily training-nya sekolah-sekolah Jepang yang mengajarkan kemandirian agar bisa melakukan berbagai hal dalam keseharian sendiri. Anak TK (TK lho..) yang satu mandi di dalam dengan Bu Guru, sementara yang lainnya mengantri di luar. Belajar menunggu temannya yang duluan datang dengan sabar. Sekaligus, belajar mandi dan belajar antri.

Di Jepang juga, anak-anak SD diberikan tugas mengerjakan pekerjaan rumah seperti membersihkan dapur, membersihkan WC, mengepel lantai dan sebagainya. Wah, jadi teringat bedanya dengan di sini ya. Anak-anak yang terbiasa melakukan pekerjaan rumah seperti ini akan bisa menghargai kebersihan, menghargai pekerjaan orang lain, dan senang melakukannya sendiri. Dia akan merasa pekerjaan ini sama baiknya dengan pekerjaan yang lain, dan tidak menganggap ini adalah pekerjaan rendahan.

Wih, ternyata kalau ditarik garis penghubung, akan tergambar garis tebal yang mengatakan bahwa pola pendidikan yang tepat sejak kecil, kontinyu dan berkelanjutan di rumah, akan menjadikan anak-anak terbiasa mandiri dan tertib melakukan banyaka hal dengan baik.

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s