Dari Free Writing hingga Menulis Serius

 

Free writing dalam terjemahan saya adalah menulis bebas suka-suka saya. Tidak perlu merasa mider dengan Ejaan Yang Disempurnakan atau EYD, tidak perlu takut dengan aturan-aturan menulis yang kerap menghantui setiap orang yang belajar menulis,  yang penting adalah tulis aja ! Tulis aja yang saya maksudkan adalah tetaplah di tuts komputer atau laptop Anda dan tuangkan apapun yang ada dalam pikiran Anda. Jangan buru-buru mengedit. Tulis saja yang banyak, lalu jika terasa mentok barulah coba-coba tengok tulisan yang sudah banyak itu. Kebanyakan ngedit akan membuat tulisan tidak pernah lahir! Nah, gaya saya menulis tulisan ini menurut saya termasuk pada kategori free writing. Bebassssssssss!

Model free writing selalu saya tanamkan kepada anak-anak didik saya di SMA sebagai modal untuk memberantas penyakit “ga bisa nulis”. Sebagai awalan dalam belajar menulis, model nekat tanpa takut ada kesalahan tanda baca dan idiom-idiom yang pernah mereka pelajari di sekolah adalah sebuah obat yang sangat penting. Bayangkan, jika setiap diminta untuk menulis dan mereka menjawab “aku ga bisa nulis”, saya kan bingung. Maksudnya ga bisa nulis tuh seperti apa sih ? sehingga mereka rela mengaku ga bisa nulis. Padahal, sosmed mereka penuh dengan tulisan-tulisan yang kalau disambung mungkin saja bisa jadi banyak kalimat indah. Kenyataannya.  mereka memang terbentur dengan berbagai aturan menulis. Tidak mungkin juga kan guru Bahasa Indonesia akan mengajarkan free writing yang tabrak sana-sini ? Tentulah hal ini akan menabrak kepentingan pembelajaran menulis yang baik dan benar sesuai kaidah kepenulisan. Namun, siapa lagi yang akan mengajarkan bagaimana perjuangan dalam menuangkan kata-kata adalah juga sebuah pembelajaran kalau bukan guru-guru yang lain ?

Nah, free writing bisa meningkat levelnya. Jika anak-anak sudah bisa dengan  lancar menuangkan kata-kata, kita bisa mengadakan coach pada beberapa contoh hasil tulisan mereka. Pada level inilah kita bisa memberitahukan kepada mereka bagaimana menulis yang baik dan benar.

Setelah free writing sukses, langkah selanjutnya adalah Penulisan yang lebih serius, semisal karya tulis ilmiah. Nah, KTI ini bisa sukses ketika anak-anak sudah terbiasa menuangkan kata-kata dalam tulisan. Mereka akan dengan mudah menggambarkan hasil penelitian yang sebenarnya adalah menceritakan apa yang mereka lakukan, hanya saja dengan bahasa baku sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar.

Begitulah, semua harus bermula pada upaya menarik minat menulis dulu. Setalah itu, insya Allah penulisan yang lebih seriuspun bisa dilakukan.

Happy Writing !

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s