Apa Salahnya Masuk IPS ?

Hari ini rapat dewan guru untuk menentukan penjurusan siswa di kelas XI. Perbincangan selalu menghangat menjurus ke panas karena mendiskusikan pantas tidaknya seseorang masuk IPA / IPS ditinjau dari beberapa hal.

Untuk efektifitas, saya menyarankan untuk membuat terlebih dahulu standar operasional prosedure-nya. Dengan adanya aturan yang dibuat sebelumnya, dewan guru hanya tinggal melaksanakan langkah sesuai SOP yang sudah disepakati.

Langkah yang penting dilakukan sekolah adalah memberikan pengertian kepada siswa bahwa tidak ada jurusan yang jelek. Selain itu, sekolah juga perlu memberikan informasi yang sama tentang kesetaraan jurusan IPA dan IPS kepada orang tua. Di hampir semua sekolah, orang tua berperan banyak pada pemilihan jurusan putra-putrinya, dan hasilnya selalu sama bahwasanya mereka lebih menganggap jurusan IPA lebih unggul dari IPS. Padahal, apa salahnya masuk IPS ?

Setiap tahun yang terlewati, tidak terbukti anak-anak IPS tidak lulus atau memiliki nilai yang tidak baik. Malah, banyak siswa yang masuk perguruan tinggi negeri dan swasta favorit. Tahun kemarin, semua siswa IPA dan IPS mempunyai kesempatan yang sama untuk mengikuti SNMPTN undangan. Misalnya, jika nilai akreditasi sekolah adalah A, maka sebanyak 50 % siswa akan diundang mengikuti SNMPTN Undangan atau yang pada masa lalu disebut PMDK. Jumlah 50 % ini berlaku sama untuk siswa IPA maupun  IPS. Tahun ini bahkan semua siswa IPA dan IPS mendapatkan kesempatan yang sama juga untuk mengikuti SNMPTN Undangan.

Anak jurusan IPS juga bisa kok mengikuti SBMPTN dan masuk perguruan tinggi lainnya. Semua jurusan mendapat kesempatan yang sama. Malah, jurusan IPA yang biasanya masuk jurusan IPS pada saat kuliahnya. Inilah yang menjadi salah satu alasan orang tua lebih memilihkan IPA untuk anaknya, karena  IPA bisa masuk IPS. Padahal, anak IPS juga bisa kok masuk kedokteran kalau dia mau, yang penting tesnya lolos. Dalam kasus ini, lebih terlihat betapa  orang tua dan sekolah belum bisa memahamkan betapa pentingnya memahami kemampuan anak, memilihkan jurusan yang sesuai dengan minat mereka, dan kurangnya pendidikan profesi buat siswa.

Saya hanya ingin mengatakan bahwa jurusan IPS bukan jurusan nomor dua, karena akhirnya anak IPA juga memilihnya. Lagipula, siapa yang bisa membuktikan bahwa anak IPS adalah orang-orang yang merugi?

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s