Hay, Hari ini Hari Buku Nasional lho Cinta…

 

banyak buku inspiratif yang seharusnya dibaca siswa

banyak buku inspiratif yang seharusnya dibaca siswa

17 Mei 2013, kembali Indonesia merayakan Hari Buku Nasional. Tapi siapa peduli ? Jarang yang tahu betapa hari ini  adalah hari penting dalam dunia pendidikan. Tidak banyak juga sekolah yang menjadikan momen Hari Buku ini sebagai bagian dari perjuangan meninggikan derajat literasi di dunia pendidikan itu sendiri. Padahal, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa tidak akan pernah terlepas dari buku.

Bangsa yang besar ditandai dengan banyaknya perpustakaan di negara tersebut. Kalau dipersempit, sekolah yang besar adalah sekolah yang perpustakaannya juga besar. Mengapa perpustakaan ? Karena perpustakaan adalah rumahnya para buku. Jadi, Anda mau menilai seberapa besar sekolah Anda, coba perhatikan seberapa besar minat sekolah memperbesar perpustakaan dan menambah bacaannya?

Berdasarkan data dari UNESCO, kawasan ASEAN merupakan kawasan yang memiliki minat baca paling rendah sedunia. Hal tersebut sebagian besar ditemukan di Indonesia, yakni dari sekitar 1.000 penduduk hanya 1 orang yang memiliki minat membaca buku yang tinggi. Bagaimana dengan minat baca di Indonesia sendiri ?

Republika melansir bahwa hasil survai UNESCO menunjukkan Indonesia merupakan negara dengan minat baca masyarakat paling rendah di ASEAN (Republika, 26/1/2011). Rendahnya minat baca dan menulis di Indonesia antara lain dapat dilihat dari jumlah buku baru yang terbit setiap tahun. Tercatat dari 476 penerbit di Indonesia, buku-buku baru yang terbit setiap tahun rata-rata hanya 12.000 eksemplar. Angka itu sangat rendah dibandingkan dengan Amerika Serikat yang mampu menerbitkan buku baru setiap tahun rata-rata mencapai 75.000 eksemplar dan India rata-rata 25.000 eksemplar.

Fakta lain mengenai rendahnya minat membaca dan menulis juga dapat dilihat dari data Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI). Menurut PDII LIPI hingga saat ini jumlah jurnal ilmiah (cetak) di Indonesia hanya sekitar 7.000 buah. Dari jumlah itu hanya 4.000 jurnal yang masih terbit secara rutin. Journal and Country Rank pada 2011 menunjukkan selama kurun waktu 1996-2010 Indonesia memiliki 13.047 jurnal ilmiah. Dari 236 negara Indonesia berada di posisi ke-64, jauh di bawah negara tetangga Malaysia dan Thailand yang masing-masing telah memiliki 55.211 jurnal ilmiah dan 58.931 jurnal ilmiah.

Adapun beberapa laporan hasil survei maupun hasil studi yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Laporan International Association for Evaluation of Educational pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar kelas IV pada 30 negara di dunia, menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-29 setingkat di atas Venezuela. Peta di atas relevan dengan hasil studi dari Vincent Greannary yang dikutip oleh World Bank dalam sebuah Laporan Pendidikan  Education in Indonesia from Crisis to Recovery” tahun 1998, hasil studi tersebut menunjukan bahwa kemampuan membaca anak-anak kelas VI sekolah dasar di Indonesia, hanya mampu meraih kedudukan paling akhir dengan nilai 51,7% setelah Filipina yang memperoleh 52,6%  dan Thailand dengan nilai 65,1% serta Singapura dengan nilai 74,0% dan Hongkong yang memperoleh 75,5%. [1]
  2. Hasil survei UNESCO tahun 1992 menyebutkan, tingkat minat baca rakyat Indonesia menempati urutan 27 dari 32 negara.
  3. Hasil survei yang dilakukan Departemen Pendidikan Nasional tahun 1995 menyatakan, sebanyak 57 persen pembaca dinilai sekadar membaca, tanpa memahami dan menghayati apa yang dibacanya.
  4. Statistik yang dikeluarkan UNICEF didalam beberapa dasawarsa terakhir masih saja menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang penduduknya dalam mengkonsumsi bacaan, baik berupa koran, majalah, maupun buku, tergolong relatif sedikit.(Wasil Abu Ali)[2]
  5. Berdasarkan laporan UNDP tahun 2003 dalam (Human Development Report) 2003 bahwa Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks – HDI) berdasarkan angka buta huruf menunjukan bahwa  pembangunan manusia di Indonesia menempati urutan yang ke 112 dari 174 negara di dunia. Sedangkan Vietnam menempati urutan ke 109 padahal negara itu baru saja keluar dari konflik politik yang cukup besar, namun Vietnam lebih yakin bahwa dengan membangun manusianya sebagai prioritas terdepan akan mampu mengejar ketertinggalan yang selama ini mereka alami.
  6. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 menunjukan, bahwa masyarakat Indonesia belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama dalam mendapatkan informasi. Masyarakat lebih memilih menonton televisi (85,9%) dan/atau mendengarkan radio (40,3%) daripada membaca koran (23,5%). (sumber:www.bps.go.id).

Mengapa bisa orang Indonesia tidak suka membaca ? Menurut saya :

1. Orang Indonesia lebih mementingkan membeli barang-barang konsumtif lain dibanding membeli buku

2. Harga buku masih dikategorikan mahal dan tidak terjangkau oleh masyrakat

3. Sekolah-sekolah di Indonesia tidak berbasis buku bacaan aatau literasi, bahkan banyak sekolah yang tidak memiliki perpustakaan

4. Kurikulum yang dibuat tidak pro-buku atau literasi, bisa jadi karena banyak sekolah yang memasok buku dari satu penerbit saja sehingga siswa minim bacaan

5. Guru-guru juga tidak suka membaca buku, jadi  ketidaksukaan ini terpaksa ditularkan juga kepada anak-anak didiknya.

 

Sumber:

http://www.unpad.ac.id/2013/04/akses-buku-sulit-minat-baca-di-indonesia-masih-rendah/

http://banjarmasin.tribunnews.com/mobile/2013/03/16/membangun-bangsa-unggul-melalui-buku

http://kpad.pekalongankota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=62:taman-baca-rw&catid=50:artikel&Itemid=83

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s