Belajar Green Life dari Kampung Hijau Rawajati

 

rawajati lingkungan hijau

Salah satu yang saya suka dari DAAI TV adalah konsistensinya dalam tayangan-tayangan yang mengetengahkan bagaimana menghijaukan bumi selalu. Seperti yang hari ini saya lihat, DAAI menayangkan Kampung Hijau Rawajati, khususnya RW 3 yang telah ditetapkan sebagai Kampung Percontohan dan sekaligus Perkampungan Agrowisata oleh Gubernur Sutiyoso pada 18 Juni 2005.

Rawajati, adalah sebuah kampung di tengah padatnya Kota Jakarta. Sebagaimana Jakarta yang lain, awalnya Rawajati adalah kampung panas seperti kampung-kampung lain di Metropolitan. Justru masalah inilah yang kemudian diketengahkan sebagai sebuah alasan untuk bertindak. Luar biasanya, Kampung Hijau Rawajati ini digerakkan oleh ibu-ibu PKK yang konsisten berusaha membumikan penghijauan, termasuk di dalamnya pengelolaan sampah rumah tangga.

Menurut ibu Naniek, ketua PKK RW 03 Rawajati, awalnya memang tidak semua warga mau bergerak bersama menghijaukan lingkungan sekitar rumahnya sendiri. Namun, berkat sosialisasi yang dilakukan terus menerus, walhasil selama kurang lebih 3 hingga 4 tahun, Rawajati sudah menjadi perkampungan yang rindang diisi oleh pohon-pohon keras dan bunga-bunga yang wajib ditanam oleh setiap rumah.  Tak ada lahan kosong tak tidak bisa dimanfaatkan, begitu prinsipnya. RW 3 Rawajati juga mengembangkan tanaman obat yang bisa dipakai sendiri untuk pengobatan keluarga dan bahkan dijual.

rawajati bank sampah

Perkembangannya hingga sekarang, semua orang di Rawajati sudah sangat biasa dengan upaya 3R yakni Reuse, Reduce, dan Recycle yang turut digulirkan karena kebutuhan akan pembuangan sampah yang terus mendesak. Kunci keberhasilan Rawajati adalah semangat dan keikhlasan warganya untuk turut aktif melakukan semua proyek hijau ini. Di Kampung ini sudah ada pengelolaan sampah yang terbagi 2. Sampah organik akan dikumpulkan ke dalam TPA khsusus Rawajati untuk nantinya diolah menjadi kompos. Kompos ini dipergunakan kembali untuk warga dalam upaya penghijauannya. Sampah jenis kedua adalah sampah anorganik, seperti botol minuman kemasan dan plastik-plastik lainnya yang diolah kembali menjadi hiasan-hiasan rumah. Sekarang Rawajati sudah memiliki Bank Sampah yang bisa diisi oleh nasabahnya dengan tabungan berupa sampah anorganik yang sudah dipilah terlebih dahulu oleh keluarga di rumah.

Jadi, kampung Rawajati ini benar-benar kampung mandiri yang perlu dijadikan pembelajaran, terutama oleh sekolah yang intens dengan Pendidikan Lingkungan Hidupnya. Semoga bisa menjadi inspirasi!

 

Sumber:

http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/3787/Kampung-Wisata-Agro-Rawajati

DAAI TV 15 Mei 2013

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s