Pengalaman Mengikuti Kompetisi Guru Berprestasi 2013 Kabupaten Bekasi

Hari masih pagi ketika saya berangkat bersama Nunung M. Ummah, sahabat saya di MGMP Ekonomi yang kebetulan juga mengikuti kompetisi Gupres ini. Waktu menunjukkan pukul 07.30 ketika kami tiba di SMAN 1 Setu tempat kompetisi dilaksanakan.

Setelah semalam bergulat dengan suhu badan yang luar biasa tinggi karena radang tenggorokan dan tipes, walhasil, hari inipun perasaan saya masih belum pulih. Untungnya suara saya terdengar lebih baik dari hari kemarin yang hanya bisa berdesah. Lumayanlah, untuk presentasi dan wawancara walaupun agak sedikit bergetar karena radang.

Kami mendaftarkan diri kembali kepada panitia dan menyerahkan dua buah portofolio yang tebalnya minta ampun. Selidik punya selidik, portofolio saya yang paling tebal. Hampir satu jengkal, sementara peserta lain tidak. Dalam hati saya bingung, kenapa mereka setipis itu ya ? Menurut teman saya, guru-guru di sekolah lain mungkin saja belum mempunyai karya tulis dan buku-buku modul atau handout yang pernah dibuat sendiri. Kebanyakan mereka mendapatkan itu dari penerbit. Ohh… syukurlah saya tidak. Jadi, bisa merasakan bagaimana berinovasi dengan tulisan.

Karena ada data yang masih kurang, maka kami mencari tukang fotokopi. Keringat dingin kembali menyerang. Tenggorokan teras berat lagi. Oh God… kumat lagi nih rasa sakitnya. Saya coba usir dengan sedikit memejamkan mata.

Pukul 09.00 tepat, Pak Rojali mulai membuka acara tes dengan doa bersama. Tes terbagi ke dalam dua ruangan, jumlah peserta untuk SMA/MA sebanyak 26 orang dari 25 sekolah negeri dan 1 swasta. Yang swasta itu : Saya!. Wow nekat ! Konon, menurut banyak orang kompetisi model begini merupakan proyek orang negeri yang sudah punya “calon” pemenang bahkan sebelum ujian dimulai. Hmmm… saya jadi ingin memperhatikan setiap gerak gerik yang terjadi dalam lomba ini.

Tes pertama adalah tentang kependidikan. Walah, persiapan kurang karena semalam tidur sambil dikompres, tapi alhamdulillah sepertinya berhasil mengisi dengan benar 80 % pertanyaan. Tes kedua presentasi “Mengapa Saya Layak sebagai Guru Berprestasi?” yang hanya berlangsung selama total 10 menit. Hahh? Sumpeh ! Saya bingung dengan ukuran waktu yang sangat singkat itu apakah juri bisa melihat bagaimana prestasi para gupres ini ? 5 menit untuk presentasi dan 5 menit untuk tanya jawab. Yang parah lagi: suara saya sangat parau dan hampir hilang.

Tes berikutnya adalah wawancara. Wawancara pertama dengan Pak Bambang tentang pedagogik. Beliau bertanya mengenai tugas guru, bagaimana mengukur keberhasilan belajar siswa, dan bagaimana menyusun RPP. Wawancara kedua dengan Hj. Yeni yaitu wawancara berbahasa Inggris. Semua ditanyakan, tentang sekolah dan keluarga. Pewawancara ketiga yaitu bapak Suryana tentang keprofessionalan guru yang bertanya : Apakah ibu pernah ingin menjadi PNS ?

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s