Gila, Soal UN dan LJK Benar-Benar Fotokopian !

Saya hanya ingin memperjelas keadaan. Sebenarnya, bukan masyarakat yang memperbesar masalah UN, tapi karena semua orang dalam masyarakat itu sendiri merasa ada yang salah dalam pelaksanaan Ujian Nasional, terutama UN 2013 yang sedang berlangsung di level SMA.

Hari pertama ujian berlangsung, Senin 15 April 2013  saya mendapati kenyataan bahwa kertas LJK (Lembar Jawab Komputer) seperti kertas buram yang tipis dan begitu memilukan. Sore Senin itu juga ada sebuah klarifikasi bahwa wajar saja jika ada beberapa lembar kertas LJK itu berkualitas buruk. Sepertinya, hal ini bukan sesuatu yang “besar” untuk diperbincangkan. Padahal, pengadaan kertas LJK dan naskah soal yang bergandengan seharusnya berada pada level standar yang benar. Dan jelas-jelas tidak benar jika ada “beberapa” LJK yang ternyata berkualitas rendah dan ada yang berkualitas bagus. Itu namanya tidak standar. Hari Selasa dan Rabu ini saya melihat kertas LJK dalam kondisi lebih baik dari Senin kemarin. Kertasnya lebih tebal dan putih. Tampak  benar kualitas atau jenis kertasnya berbeda.

Nah, namanya juga LJK atau Lembar Jawab Komputer, maka pasti yang mengoreksinya adalah komputer. Pernahkah Anda membayangkan bahwa LJK Ujian Nasional itu fotokopian ? Sungguh, saya tidak pernah membayangkannya. Apalagi soal sekelas UN harus dikerjakan dengan cara menyilang option pilihan di soalnya sendiri, bukan di LJK. Lhaa… ternyata saya mengalami ini di pengawasan UN kali ini. Parahnya, dari 11 ruangan yang ada di tempat saya mengawas, 6 ruangan ternyata tidak mendapatkan paket soal. Kemungkinan besar penyebabnya adalah kacaunya distribusi soal atau pencetakan soalnya yang belum selesai dari percetakan pemenang tender. Walhasil, 6 kelas tersebut harus menggunakan naskah soal yang dikopi dari kelas lainnya dan tentu saja secara otomatis anak-anak mendapatkan LJK fotokopian. Dalam hati saya berusaha mafhum pada propinsi-propinsi yang jauh dari Pulau Jawa yang belum mendapatkan soal. Wong kami yang di Bekasipun mendapatkan kenyataan yang tidak jauh berbeda.

Saya pikir kejadian soal fotokopian hanya terjadi kemarin, namun ternyata terjadi juga hari ini. Satu kelas tidak mendapatkan soal dan terpaksa harus mengulang kembali mengerjakan UN dengan soal fotokopian.

Pada saat briefing sebelum pengerjaan soal, Kepala Sekolah setempat memberikan gambaran tentang soal dan lembar jawaban yang terpaksa harus difotokopi terlebih dahulu. Dari sekitar jam 3 atau 4 pagi itu, sekolah terpaksa harus menggedor tukang foto kopi langganan untuk memperbanyak soal hingga 6 kelas di hari Senin kemarin. Bayangkan, dalam waktu sesingkat-singkatnya, panitia harus menyelesaikan kekurangan naskah soal dengan 20 variasi berbeda dalam kelas yang ada. Tentu saja hasilnya mudah diprediksi ketika dalam ruangan saya mengawas terdapat satu naskah soal yang corat marut tertukar isinya. Dalam naskah soal yang diterima seorang peserta, tidak didapati soal 16 sampai 21. Akhirnya pengawas menggantinya dengan naskah soal cadangan. Lalu, apakah ke-19 orang dalam kelas dan ratusan naskah soal lainnya terjamin mendapatkan teman dari soal yang ber-barcode sama ?

Hari ini, seorang peserta malah mendapati soal dengan nomor ganda. Mau pakai yang mana?

Heran ya, ujian nasional kok seperti ini ?  Semua anak bersorak ketika mendapati soal mereka fotokopian. Kenapa harus senang ? “Artinya jawaban kami tidak diperiksa komputer, Buuu… ,”seru mereka. Hmm.. secara logika, jawaban-jawaban yang disilang di option pilihan tentu saja tidak bisa diperiksa menggunakan scanner. Lalu, apakah Kemendikbud (dalam hal ini Panitia UN propinsi) akan memeriksa pekerjaan manual anak-anak satu persatu ? Siapa yang bisa memastikan hal ini ? Atau jangan-jangan anak-anak berpikiran bahwa kertas ujian mereka tidak akan dikoreksi ?

Wallahualam bis showab. Mau dibawa ke mana sih arah pendidikan kita ?

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s