Ternyata UN 2013 Kayak Gini

 

Pukul setengah sebelas hari ini saya baru sampai kembali ke sekolah setelah mengawas UN di tempat yang agak jauh. Tumben-tumbenan, lokasi mengajar di Cibitung untuk kali ini mengawas di Bekasi Timur dekat tol timur Bekasi. Luar biasa perjuangan untuk sampai dan pulang dari sana. Macet di sana-sini cukup membuat ketar-ketir apakah akan terlambat tiba mengawas hari ini atau tidak ? Kalau boleh kasih saran untuk para pembuat kebijakan pengawas silang, buatlah kami mengawas di tempat yang dekat dengan sekolah asal kami.

Hari ini, terkuak sudah kemisteriusan Ujian Nasional yang sempat membuat para pengawas dan siswa deg-degan. Pasalnya, semua aturan terkait soal dan LJK yang menyatu yang dijelaskan oleh kepala sekolah dan panitia ujian serba “abstrak”, karena merekapun tidak tahu seperti apa bentuk soal dan LJK yang akan hadir hari ini.

Penampilan amplop soal dan LJK sangat rapi tersegel lengkap dengan bungkus plastik di setiap paketnya. Saya pamerkan ke anak-anak bahwa beginilah penampilan paket soal yang masih utuh. Setelah dibuka, anak-anak langsung diminta mengecek lembar soal dan LJK yang menyatu, memperhatikan kelengkapannya, dan langsung mengisi data dalam LJK sebelum dipisahkan.

Beberapa anak mengaku gemetar ketika diminta untuk melepas LJK dari soal, sehingga saya mendampinginya untuk itu dengan menggunakan penggaris. Ternyata melepas LJK dari naskah soal memang tidak terlalu sulit karena sudah ada garis putus-putus sesuai dugaan. Hanya saja, yang mengecewakan adalah kualitas LJK yang boleh dibilang kelas rendah. Penampilannya tidak seperti LJK UN tahun-tahun sebelumnya yang tebal dan gagah. LJK kali ini lebih mendekati kertas buram atau mungkin kertas daur ulang. Saya tidak mengerti, dengan aturan yang agak ketat perihal naskah soal yang menyatu dengan LJK dan bagaimana soal dan LJK harus dalam keadaan selalu baik. Lalu, tipisnya LJK kali ini apakah tidak membuat resiko sobek lebih banyak ? Padahal ketika LJK sobek, maka siswa harus mengganti sekaligus dengan soal yang baru karena masing-masing soal memiliki barcode yang berbeda.

Kelas yang saya awasi memang aman, artinya tidak terdapat keributan ataupun tanda-tanda mereka mendapatkan kunci jawaban atau menyontek. Lembar soal berbarcode masih terbilang cukup efektif mencegah kecurangan UN di tingkat siswa dan guru karena mereka tidak bisa mencari tahu soal siapa yang sama dengan siapa. Mudah-mudahan saja setiap level bisa menjaga amanah kejujuran dengan lapang dada. Jika kami di kelas bawah bisa jujur, bagaimana Anda di kelas atas ?

Advertisements

One thought on “Ternyata UN 2013 Kayak Gini

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s