Guide Cantik di Museum Bank Indonesia

13690365001141570124
antri dipandu mbak-mbak guide yang cantik
1369036622783622438
Si mbak guide sedang menjelaskan isi MBI

27 Maret 2013, saya membimbing siswa ke Museum Bank Indonesia. Ternyata anak-anak menyambut perjalanan ini dengan antusias walaupun penuh kemacetan menjelang Jakarta. Mata mereka berbinar-binar ceria menanti field trip kami ke Jakarta. Maklumlah, kegiatan karya wisata ini tidak melulu dilaksanakan.

Setelah mengunjungi Sekretariat ASEAN, bis yang kami tumpangi meluncur ke Kota menuju Museum Bank Indonesia. Gedung yang dipergunakan untuk Museum Bank Indonesia yang terletak di Jakarta Kota ini awalnya merupakan sebuah rumah sakit Binnen Hospital di Jaman Belanda yang kemudian difungsikan menjadi sebuah bank dengan nama De Javasche Bank (DJB) pada tahun 1828.

Sesampainya di MBI, kami segera mengantri. Saya disambut oleh beberapa orang perempuan  muda untuk registrasi. Rupanya, mereka inilah yang sekaligus bertugas sebagai guide. Widiih… tumben guide museum muda-muda, cantik-cantik pula. Lepas sudah, perasaan bete ketika memasuki museum berganti menjadi rasa ingin tahu akan apa sih yang akan dilakukan mbak-mbak guide ini di dalam museum? Jangan-jangan mereka cuma pasang tampang cakep tapi penjelasannya ga asik. Ternyata, dugaan ini keliru. Mereka cantik, perhatian, juga pandai memberikan penjelasan. Saya memang tidak sempat melihat guide laki-laki, kecuali petugas keamanan, mungkin ada atau mungkin juga memang tidak ada.

Satu persatu isi museum diceritakan dengan menyenangkan. Sekali-kali mereka seperti bapak ibu guru memberikan pertanyaan pancingan kepada siswa. Cara yang mereka bawakan tidak membuat anak-anak “tidur”, tapi justru aktif bertanya dan kadang-kadang si mbak guide mengundang tawa para siswa. Asik kan ? dengan begitu aura “takut” berganti jadi seru.

Di dalam museum, mbak-mbak guide ini lalu menjelaskan dengan tetap ceria sehingga perjalanan kami mengitari meseum tidak membosankan, malahan rasa penasaran anak-anak tergali dengan baik. Ini ditandai dengan kekecewaan mereka karena waktu penjelasan yang terasa demikian pendek dan belum memenuhi rasa penasaran siswa.

Baiknya lagi, para guide muda ini selalu memberikan apresiasi terhadap perilaku anak-anak didik kita. Semisal, mereka berterima kasih karena siswa saya sudah disiplin yang ditunjukkan dengan antri dan tidak saling dorong di pintu masuk. Atau, kadang-kadang mbak-mbak guide ini mengutarakan kekecewaannya karena siswa mengambil tiket masuk dengan tangan kiri. Nah! guide seperti ini yang keren. Tidak hanya bertugas menjelaskan isi museum, tapi juga memperhatikan dan mengevaluasi akhlak siswa selama di Museum Bank Indonesia. Baguslah !

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s