Ujian Sekolah Dimulai…

 

Halo. Saya ingin melaporkan tentang pelaksanaan ujian sekolah di SMA Al Muslim Tambun yang mulai berlangsung sejak hari ini, 4 Maret 2013. Sekolah kami lebih sepi dari hari biasanya, karena memang kelas X dan XI diliburkan. Tinggallah hanya sembilan puluhan siswa kelas XII yang  Jam pertama dimulai pukul 07.30 untuk pelajaran Bahasa Indonesia dengan total waktu pengerjaan adalah 120 menit.

Dalam sampul amplop soal dan lembar jawaban tertulis : Latihan Ujian Sekolah. Sementara dalam kartu peserta tertera Ujian Sekolah. Hmm… mungkin yang dimaksud adalah sama ya ?

Seperti biasa, soal Bahasa Indonesia ini dihiasi oleh banyak soal wacana yang dibolak-balik dan dicorat-coret oleh siswa. Ini pertanda mereka bingung bagaimana mencari jawaban yang tepat. Beberapa menampilkan sebuah wacana yang lalu disebar ke dalam beberapa nomor soal. Misalnya sebuah wacana akan ditanya di tiga nomor. Nomor pertama mencari kalimat utama, nomor kedua mencari  inti paragraf, dan seterusnya. Di paket yang lain terdapat teks biografi Joko Widodo alias Jokowi dengan jumlah 15 baris padat untuk satu soal. Ada puisi Rendra, hikayat, surat, dan sebagainya.

Beberapa anak membisikkan kata-kata yang hampir sama : susah. Saya jadi turut merenung mengingat kemampuan mereka menganalisa kata-kata sama rendahnya dengan kemampuan mereka mengolah kata-kata. Di mana lepasnya rantai pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah ? Pantas saja beberapa pengamat mengatakan bahwa kemampuan siswa menulis itu rendah karena sulitnya bahasa Indonesia dibelajarkan. Jangan-jangan terlalu banyak teori hingga mereka bingung bagaimana memulai menulis ?

Soal Bahasa Indonesia yang dibuat konon oleh Propinsi ini berjumlah 50 buah dengan jumlah paket 10. Artinya, dalam satu ruangan yang berisi 20 orang terdapat 2 orang siswa yang mengerjakan soal dengan paket yang sama. Cara pembagian soal rupanya nyepiral dimulai dari depan sebelah kanan pengawas terus ke sebelah kanan siswa. Sepuluh orang pertama akan mendapat paket 1 – 10, dan akan berulang 1-10 untuk 10 peserta selanjutnya.

Ternyata, dari 10 paket soal ini, terdapat dua buah tipe soal. 5 buah soal untuk paket tertentu mempunyai soal yang sama persis, hanya nomornya saja yang diacak. Bisa jadi pada paket soal 1 misalnya, soal nomor 1 hingga 5 akan terdapat pada nomor yang lain di paket yang lain.

Soal untuk jurusan IPA dan IPS sendiri tidak memiliki perbedaan. Dengan kata lain, soal adalah sama untuk jurusan IPA dan IPS. Di sekolah kami memang tidak terdapat jurusan lain selain IPA dan IPS.

Ada sedikit insiden ketika pembagian soal dilangsungkan. Soal yang akan dibagi kepada siswa kurang, sehingga pengawas harus segera menghubungi panitia. Belum lagi, kami kebingungan dengan pembagian soal dengan 10 tipe ini. Maklumlah, hari pertama gitu loh.. Walaupun tiap tahun mengawas, tetap saja terasa agak rikuh khawatir peraturannya yang berbeda dengan tahun sebelumnya.

Biasanya juga, tes Pra UN yang diselenggarakan oleh Gunadharma memiliki tipe soal yang sama dengan UN. Ternyata kali ini berbeda. Ketika Ujian Pra UN berlangsung, Gunadharma hanya menyediakan 2 kode soal, yaitu A dan B. Hari ini ada 10 kode soal. Walhasil saya merasa wajar saja jika agak membingungkan. Bagaimana dengan UN beberapa waktu mendatang ya ? yang konon akan ada 20 paket soal berbeda. Mudah-mudahan tidak bingung lagi…

Secara keseluruhan, ujian di jam pertama ini berjalan dengan lancar, semoga tetap tenang seperti ini hingga beberapa hari ke depan. Semoga juga, anak-anak mengganti yang “susah” menjadi “alhamdulillah”.

Semangat Pagi !

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s