Belajar Mengelola Modal (seri kewirausahaan 1)

2012-11-07 09.47.05

Tentang kewirausahaan di sekolah, menurut saya siswa SMA sudah seharusnya melakukan praktik dari awal sejak perencanaan dibuat, mengelolanya, kemudian mengevaluasi apa yang sudah mereka lakukan.

Sejak 5 tahun yang lalu, mengingat mereka telah membayar uang kewirausahaan ketika awal tahun pelajaran (untuk jurusan sosial) sebesar Rp. 40.000,00 hingga Rp. 60.000,00 maka saya harus berfikir bagaimana mereka menggunakan uang ini untuk belajar wirausaha dengan tepat. Akhirnya, setiap kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok. Saya biasanya membagi ke dalam kelompok hari : Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat. Artinya dalam satu kelas ada 5 kelompok berbeda. Setiap kelompok akan berdagang dan beraksi setiap hari secara bergantian. Mengapa harus bergantian ? Ini dilakukan agar mereka tidak merugi dan keuntungan yang diperoleh bisa mengembalikan modal yang saya pinjamkan. Belum lagi, jumlah siswa yang tidak terlalu banyak di sekolah saya memaksa progarm ini harus berjalan dengan bergantian.

Ide yang saya ambil adalah, pertama meminta dan mengumpulkan uang kegiatan wirausaha siswa dari sekolah dengan membuat proposal yang diperlukan untuk diserahkan kepada yayasan. Uang ini akan dipinjamkan kepada setiap kelompok agar mereka mempunyai kewajiban untuk mengembalikan. Dengan begitu, apa yang mereka lakukan selaulu disertai dengan “upaya” meningkatkan penghasilan.

Uang yang sudah mereka miliki dalam kelompok harus dikelola dengan baik. Siswa harus membuat proposal kegiatan yang isinya kurang lebih rencana wirausaha yang mereka siapkan, pelaksanaan, biaya, perkiraan keuntungan, pembagian tugas, dan sebagainya. Usai acara berlangsung, siswa harus membuat laporan keuangan yang berisi realisasi pembiayaan dan evaluasi pelaksanaannya. Uang keuntunganpun harus dikembalikan bersama dengan modal yang pernah saya pinjamkan.

Semisal : jika kelompok Senin mendapat pinjaman modal sebesar Rp. 100.000,00 n keuntungan yang mereka dapatkan hari tersebut adalah Rp. 30.000,00 maka siswa Senin akan mengembalikan Rp. 100.000,00 plus dengan keuntungan Rp. 30.000,00. Pada Senin berikutnya mereka akan mempunyai modal awal Rp. 130.000,00. Begitu seterusnya, sehingga setiap pekannya mereka mempunyai kesempatan berwirausaha lebih variatif karena modalnya lebih banyak.

Kewirausahaan adalah kemampuan untuk melakukan hal-hal yang selalu baru dan memberikan keuntungan. Pelakunya harus mandiri, mempunyai banyak ide, dan gigih. Anak-anakpun harus begitu. Saya yakin program ini membuat mereka selalu mencari ide baru untuk menghasilkan uang. Tidak harus selalu jualan makanan atau minuman di sekolah. Banyak kelompok yang lalu mengembangkan usahanya di luar sekolah. Seorang siswa bahkan menawarkan telur ayam kiloan milik orang tuanya. Keuntungan seribu rupiah mereka gabungkan untuk meningkatkan modal usaha mereka. Modal usaha yang terus mereka kumpulkan sejak kelas XI Jurusan IPS ini akan terus mereka kelola hingga kelas XII. Di akhir tahun, uang inilah yang akan membantu mereka membayar biaya tour akhir tahun atau biaya wisuda, foto, dan karya tulis. Seru kan ?

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s