Bisakah UN Bersih ?

 

Ujian Nasional kurang dari 60 hari lagi. Saya berharap anak-anak kelas XII masih dalam kondisi bersemangat dan tidak jenuh. Ujian Nasional memang luar biasa lah menyita banyak hal. Waktu seakan dihabiskan untuk belajar, belajar, dan belajar. Kadang seharusnya istirahatpun anak-anak  masih menghajar diri dengan belajar. Rasa gelisah dan kekhawatiran tingkat tinggi rupanya begitu mengganggu harmonisasi dan keindahan masa-masa SMA yang katanya adalah masa yang paling indah. Sekarang, masa-masa itu harus terenggut kejamnya UN.

Sekeras apapun protes yang dilakukan akan black UN terhadap kementrian pendidikan yang membawahinya, UN tetap saja berjalan. Jalannya saya yakin tetap berliku dan kotor walaupun diberlakukan aturan-aturan yang terus baru dan seakan-akan menyulitkan. Sebut saja : 20 macam kode soal disinyalir akan mengurangi kejahatan berbagai oknum untuk memberikan bocoran kunci jawaban. Istilah yang saya sebut adalah semakin sulit menjalani UN, semakin pintar para oknum bekerja. Melakukan kecurangan-kecurangan model begini pasti memerlukan kerja cerdas lho !

Berdasarkan pemantauan Tempo di sejumlah daerah, masih ditemukan adanya kecurangan dan kebocoran soal. Seperti di Kota Jambi, aparat kepolisian menangkap Azis, 19 tahun. Mahasiswa salah satu universitas swasta ini diduga menjadi calo kunci jawaban di SMA Negeri 6 Kota Jambi.

Masih menurut  harian yang sama, Di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tim dinas pendidikan yang melakukan inspeksi mendadak memergoki dua siswa saling menyontek. Saat kejadian, dua pengawas ujian di ruang tersebut asyik mengobrol. Situasi itu ditemukan di SMA Berbek, Nganjuk. Pengawas di manapun terlihat disetting manis untuk membiarkan anak menyontek.

Bukti kecurangan juga terlihat dari berita yang dilansir detikNews bahwa “Dalam ujian Bahasa Inggris itu ada soal ujian yang listening, namun belum lagi diperdengarkan, siswa sudah bisa menjawab sejumlah soal,”.

Kalau kita mau membuka mata, akan sulit dipahami jika siswa sendiri yang mendapat soal ujian sebelum ujian berlangsung. Soal yang diterima kabupaten akan diserahkan kepada sekolah-sekolah yang menjadi titik-titik rayon . Dari sinilah soal yang terbungkus rapi akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang mengambil soal dari subuh hingga beberapa menit sebelum Ujian berlangsung.

Menurut Kompas.com, Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menemukaan adanya bocoran kunci jawaban untuk mata ujian Matematika dengan kode soal A69, B71, C86, D45, dan E57 di beberapa sekolah di kawasan Jabodetabek. Setelah dicocokkan, akurasi kebenaran kunci jawaban yang bocor itu mencapai lebih dari 60 persen.

Tingkat akurasi lebih dari 60 persen itu luar biasa lho. Kunci yang beredar sebelum ujian berlangsung berarti sudah dikerjakan oleh oknum UN dalam jeda waktu ketika soal diterima di titik-titik penyimpanan hingga beberapa jam sebelum ujian berlangsung. Lalu, menyebarlah kunci-kunci berbagai kode soal itu kepada siswa. Dugaan mudahnya, yang melakukan adalah guru (atau siapapun yang berakses ke sana). Apakah kepala sekolah tidak tahu ? Masih dalam Kompas.com, disinyalir kepala sekolah justru mengetahui praktek-praktek ini. “Jadi, kalau sistem UN itu handal dan tak bisa bocor, menurut kami itu keliru. Kecurangan ini sistemik, melibatkan guru dan kepala sekolah,”

Waduh. Sayang sekali, Ujian nasional tidak mendukung pelaksanan pendidikan karakter yang dibangun bertahun-tahun dari kelas satu ke kelas berikutnya. Kegigihan, kejujuran, dan pemahaman akan ilmu pengetahuan yang jatuh bangun berusaha ditanamkan akhirnya jatuh dalam tipu daya UN. Dan pelakunya adalah guru. Aaaaaaaaaarrrrggghhhhhhhhhhhh !!!!!!!!!!!!!!

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s