5 cm

 

 

5 cm

Kali ini Dian Fibrianti yang meminjamkan saya novel 5 cm karangan Donny Dhirgantoro. Mengetengahkan kisah lima sekawan yang rehat dulu dari berbagai pertemuan rutin mereka yang hampir dilalui bersama setiap hari. Adalah Arial, cowok paling ganteng di kelompok ini. Kalo makan harus pake kecap ( nah, berarti dia bukan gue banget nih. Karena saya ga suka banget makan pake kecap.. hiiy). Anak fakuktas hukum yang gak ngerti hukum. Aneh kan ?

Riani, cewek satu-satunya dalam kelompok. Terlihat pintar dari kisah novel ini. Punya kharisma dan inner beauty. Cantik, pintar dan suka berdebat. Zafran, suka banget berpuisi. Semua cerita di dunia ini sepertinya bisa dijadikan puisi yang sangat indah. Ian, cowok tambun yang gila bola. Maksudnya, maen game bola di komputer. Hehe… persis kebiasaan anak jaman sekarang. Terakhir, Genta. Badan agak besar dan rambut lurus berjambul, juga berkaca mata. Daya imajinasi dan kreatifitasnya tinggi. Genta adalah jawaban dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan kelompok ini.

Bagian satu buku ini masih mengisahkan tentang betapa pertemuan antar genk itu selalu seru dan mengasyikkan. Kelima sekawan sering menghabiskan waktu di rumah Arial, nonton, halaman sekolah, Secret Garden, nonton lagi, halaman sekolah lagi, Secret Garden lagi, nonton lagi….

Lama-lama kebosanan sepertinya melanda. Tepatnya, mereka lalu di bab dua membuat kesepakatan bersama untuk tidak bertemu dulu beberapa waktu. Mereka harus berpisah, tidak saling kontak, tidak saling bertanya kabar, dan sebagainya. Mereka harus sabar menunggu hingga 14 Agustus. Dan Genta sudah punya rencana untuk merayakan tanggal itu.

Hingga bab enam, kisah seru sendiri-sendiri dari Power Ranger ini dimulai. Semua sibuk dengan aktivitas dan perjuangannya masing-masing. Ada yang bekerja, ada yang kuliah, dan ada yang cari pacar.

Ketika tiba 14 Agustus. Kerinduan rupanya sudah membuncah tak tertahankan. Mereka berpelukan di Stasiun Senen.

Pukul setengah tiga lebih, mereka naik kereta ekonomi Matarmaja. Singkatan dari Malang Blitar Madiun Jakarta. Menurut Genta, sang Leader, mereka akan berangkat ke suatu tempat yang memiliki ketinggian 3676 m dari permukaan laut. Mereka akan bersama mengibarkan bendera pada tanggal 17 Agustus bersama para pendaki yang lain.

“Kalo kita nanti sampai di puncaknya, berarti kita berada di tanah paling tinggi di Pulau Jawa,” kata Genta.

“Oh jadi puncak yang paling tinggi di Jawa”,

“Ta…..”

“Iya, Yan.”

“Nama puncaknya apa, Ta?”

“Mahameru”

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s