Menghargai Karakter Baik

Siang tadi saya sempat menyaksikan sedikit obrolan Syafii Antonio di sebuah televisi swasta. Ada sedikit yang saya sempat ikuti bahwa beliau di dalam berbisnis ternyata tetap menggunakan reward dan punishment. Bentuk punishment-nya tidak terlalu dibahas atau saya tidak tahu karena channel televisi langsung dipindah oleh si kecil untuk mencari kartun kesayangannya. Yang menarik yang sempat saya saksikan adalah pengakuan Pak Syafii Antonio pada berbagai reward yang diberikan pada karyawan-karyawannya.

Pak Syafii memberikan point-point tambahan pada setiap perbuatan  baik yang dilakukan anak buahnya. Semisal, karyawan yang tidak merokok, karyawan yang puasa sunah Senin Kamis, shalat berjamaah di masjid, tepat waktu ketika hadir dan pulang, bahkan karyawan yang berjilbabpun mendapat point tambahan. Point-point ini lalu akan berpengaruh pada berbagai hal dalam kehidupan karyawan tersebut di kantornya, termasuk memberikan kontribusi pada kenaikan gaji atau bonus. Mmmh… hebat ya !!

Hal kecil ini lalu menjadi detail yang menarik buat saya. Ternyata memberikan penghargaan terhadap hal-hal kecil tapi  benar kadang tidak selalu diberikan banyak orang. Padahal hal-hal kecil ini menurut saya adalah kebiasaan yang sudah membudaya. Dia kecil dan jarang dimaknai sebagai suatu karakter yang membudaya. Orang-orang cenderung memberikan penghargaan pada sesuatu yang terkesan besar dan nampak baru, bukan pada kebiasaan baik yang terus dia pupuk tanpa pamrih.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s