Semangat Tak Pernah Surut, Walaupun Sakit

 

Saya ingin mengulas pengalaman anak-anak didik saya mengajar di SDN Gunung Picung 07 Kabupaten Bogor.

Anak-anak SMA Al Muslim yang bertugas berperan jadi bapak ibu guru dua hari ini, Selasa dan Rabu, harus datang setiap hari tepat waktu dan  terbagi ke dalam 2 shift. Pagi pukul 07.30 dan siang pukul 10.00, mengikuti jam belajar siswa yang ada.

Menurut Indah, yang hari ini mengajar di kelas bawah, ada seorang anak yang menangis ketika mereka mengajar. Kok bisa? Jangan-jangan kelompok Indah telah menakuti anak ini. Kenapa, Ndah?

Ternyata, anak laki-laki ini sedang sakit. Sepertinya sih flu. Kepalanya terasa pening, dan terlihat ingusnya terus mengalir. Duuhh.. kasihan yaa..

Kok tetap sekolah sih, De? Kalau sakit sebaiknya di rumah saja…

Ternyata lagi, anak ini tetap ingin sekolah walaupun sedang sakit. Dia tidak mau tertinggal pelajaran hari ini, walaupun dengan keadaan pusing dia harus berjalan dengan jarak yang tidak dekat.

Aih… anak-anak didik saya memerah. Menurut mereka, anak SD ini luar biasa. Dengan jarak tempuh sekolah yang jauh dan dalam keadaan sakit juga, tetap memiliki semangat tinggi  untuk berangkat sekolah. Sementara… hiks… kami lebih banyak memutuskan untuk tidak sekolah walaupun kami berkendara menuju sekolah, dan sakit kami biasa saja.

Hmmm… kembali, semangat anak-anak SD ini menegur rasa malas yang kadang mendera anak-anak SMA Al Muslim.

Ayo belajar semangat kembali !

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s