Sudut-sudut Terindah Perahu Kertas

Terimakasih untuk Yasmin yang sudah meminjamkan saya novel karangan Dee ini, Perahu kertas. Sebuah novel yang habis dalam sehari saya lahap. Itu karena ceritanya menarik dan membuat saya penasaran.

Ceritanya sederhana, alias tidak rumit.  Jadi untuk ukuran saya, cerita yang diusung Dee ini ringan namun berat. Ringan karena tidak membuat saya stress memegang buku berlama-lama, berat karena isinya penuh makna. Biasanya, kalau bahasanya sulit dicerna, sebuah buku bisa berbulan-bulan belum saya rampungkan. Saya jadi teringat Geisha yang saya habiskan juga dalam sehari.

Ada tiga titik dalam novel Perahu Kertas ini yang membuat saya meneteskan air mata. Pada saat konflik antara Keenan dan ayahnya, konflik antara Kugy dan Noni sahabatnya, dan perseteruan hati Kugy dan Keenan yang menguras emosi jiwa. Serasa saya ada dalam ruangan 4 dimensi. Mengikuti setiap perasaan yang dijalin Dee dengan begitu hidup. Kerumitan kisah yang hadir dalam novel ini sebenarnya merupakan gambaran biasa dalam kehidupan, namun jadi menarik ketika Dee menawarkan alur yang menarik dengan intrik-intrik yang tak biasa.

Tokoh utamanya adalah Kugy dan Keenan.

Kugy yang seadanya, cuek, santai, namun memiliki program dalam kehidupannya sebagai seorang yang ingin menjadi penulis dongeng terkenal. Dee mengajarkan kemandirian dan jalan bagaimana seorang mahasiswa seharusnya dalam menyikapi segala macam persoalan hidup lewat tokoh ini. Masalah-masalah yang datang silih berganti disikapi dengan berbagai pilihan, walaupun sebagai remaja tentu saja Kugy pernah galau dan berusaha menghindari kenyataan. Sebut saja ketika Kugy memilih untuk tidak hadir pada saat ulang tahun sahabatnya Noni, yang walaupuan dadanya terasa sama sesak, namun menghadiri pesta Noni artinya Kugy akan menemukan pemandangan menyakitkan sangat dramatis dengan pemeran utama Keenan dan Wanda, pacar barunya. Belum lagi sorak sorai Eko  dan Noni yang merasa perjodohan yang mereka rancang untuk Keenan dan Wanda berhasil dengan mulus. Ah, sungguh menyakitkan buat Kugy karena diam-diam ia menaruh hati pada Keenan. Perahu Kertas menjadi saksi, betapa semua kisah hidup tertulis indah dan disampaikan Kugypada Neptunus.

Keenan. Lelaki blasteran Belanda ini merasa melukis adalah dunianya, sedangkan kuliah adalah kegiatan yang begitu menyiksa, walaupun Papanya sangat menginginkan Keenan menyelesaikan pendidikannya. Tahun pertama dilaluinya dengan gemilang, sambil di kampus inilah dia mengenal makhluk manis kecil, Kugy, yang begitu nyambung dengan keinginannya melukis. Kugy senang menulis, sebuah mahakarya gabungan telah terencana untuk dibuat oleh mereka berdua. Kugy yang menulis dongengnya, Keenan melukiskan sketsanya.

Konflik dengan ayahnya, dan keiginan untuk mengikuti kata hatinya menjadi pelukis kenamaan mengantarkan Keenan memilih untuk keluar dari kuliahnya. Bali, akhirnya menjadi tempat dia berlabuh. Di sini Keenan bertemu Luhde, gadis manis yang juga suka menulis. Mengingatkan Keenan pada cintanya yang sesungguhnya, Kugy. Waktu yang dia lalui bersama Luhde hampir menggantikan posisi Kugy yang juga berupaya melupakan Keenan dengan aktif sebagai sukarelawan pengajar di Sakola Alit.

Namun, kisah hidup mereka selalu memberikan gambaran kejadian-kejadian yang membuat mereka bertemu. Menurut mereka, radar neptunus yang mengantarkan persamaan-persamaan tersebut.

 

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s