Tulisan Saya di Republika Ahad, 23 September 2012

Aih… alhamdulillah. Sangat senang membeli Republika koran seharga Rp. 3.500 di pul Damri siang ini, soalnya ternyata tulisan mini saya tentang rencana penggantian lambang PMI menjadi bulan sabit muncul.

Menurut  saya, yang pernah berkecimpung dalam kepalangmerahan, yang terpenting bagaimana PMI memperbaiki kinerjanya. Hal ini akan lebih baik  dibandingkan meributkan logo karena esensi dari PMI adalah kemanusiaan tanpa bicara SARA.

Memperbincangkan logo tentu saja memperbincangkan SARA, namun tidak begitu dengan PMI sejatinya. Mengganti logo palang di Indonesia bukan hal yang mudah karena terdapat beragam agama berbeda di sini. Terus terang, saya bosan dengan pertikaian yang terjadi di negeri ini akibat hal sepele sekalipun. Dan, urusan palang juga saya yakin akan menimbulkan perdebatan yang alot. Jadi akan berkesan PMI milik siapa? milik nasrani atau milik muslim. Padahal PMI adalah milik Indonesia.

Lambang palang memang tidak akan pernah lepas dari salib nasrani karena memang dibuat dengan dasar sejarah demikian. Namun, menggantinya dengan bulan sabit akankah diterima dengan lapang dada oleh mereka ?

Advertisements

3 thoughts on “Tulisan Saya di Republika Ahad, 23 September 2012

  1. palang merah…kenapa kita harus ributkan lambang ya bu…..buatla yg terbaik sesuai misinya tanpa mengatasnamakan suatu agama….aku sudah merasakan betapa penting pmi…tanpa pmi aku belum tentu seperti ini . pmi yg membantu kita mendpatkn dnor bagi yg kekuranga darah mendadak……emmmm memang sulit ..tpi misi kemanusiaannyalah yg kita liat dan kita hargai…

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s