Memanfaatkan Gadget dalam Pembelajaran

kerendanunik.wordpress.com

Perkembangan gadget dewasa ini sangat luar biasa, bahkan penggunaannyapun sudah merambah jauh ke desa termasuk menghilangkan batas usia pemakainya. Sebagai gambaran, kita bisa melihat banyak balita yang sudah mampu menggunakan dan mengoperasikan gadget walaupun belum mengenalnya dengan baik. Hanif anak saya, di usianya yang 3 tahun sudah bisa menggunakan telepon genggam untuk mendengarkan musik dan memainkan PSP yang berisi permainan, padahal tidak pernah ada yang mengajarkannya. Anak-anak jaman sekarang memang merupakan digital native yang menjadikan gadget sebagai dunianya.

Gadget sendiri bisa menggambarkan kecanggihan peranti elektronik yang terus berkembang, bahkan bisa dikatakan gadget sebenarnya gadget adalah alat komunikasi multi fungsi. Bisa dipakai untuk menelepon, menulis pesan, menulis catatan, permainan, mengirim email, dan sebagainya. Semakin multi fungsi, semakin kerenlah gadget tersebut. Termasuk dalam jenis ini adalah laptop dan handphone.

Dari seratus limapuluhan siswa saya, tidak satupun dari mereka yang tidak memiliki gadget. Bahkan terkadang satu orang siswa bisa memiliki lebih dari satu. Mulai dari handphone CDMA yang tidak berkamera dan selalu dibawa ke sekolah, smartphone yang disimpan di rumah dan diaktifkan setelah pulang sekolah, Ipad, Ipod, PSP, Iphone bahkan laptop. Artinya, siswa sudah tidak asing dengan keberadaan gadget. Gadget menjadi kebutuhan siswa karena fungsi dan macam-macam fitur yang disediakan. Kebutuhan ini terutama dalam hal sosialisasi dan update berita terkini. Gadget di kalangan mereka juga tidak lepas dari keberadaan sosial media dan perkembangan internet lainnya. Dominansi Facebook, twitter, email, blog, atau youtube menjadi bagian yang tak kalah pentingnya dalam kehidupan mereka.

Fenomena lonjakan sosial media dalam gadget ini sering kali membuat siswa mengenyampingkan proses belajar, baik di rumah maupun sekolah. Perhatiannya tersedot pada fitur-fitur gadget yang menarik, pada status dan komentar, dan pada kicauan di twitter. Pengalihan perhatian semodel ini tentu saja mengganggu proses penyerapan informasi yang diberikan oleh guru kepada siswa. Kadang tidak jarang saya menerima berita tentang siswa yang tidur larut malam hanya untuk memenuhi rasa penasarannya di depan internet. Untuk itu, harus ada cara agar siswa bisa tetap bersemangat belajar dengan memanfaatkan gadget yang dimilikinya.

Sebenarnya, gadget-gadget ini bisa menjadi modal bagi guru dalam mengembangkan kreatifitasnya mengajar. Pola mengajar yang paling tepat bagi siswa di era digital ini adalah dengan mengajaknya belajar dalam dunianya, yaitu dunia digital. Untuk itu, gadget  menjadi hal yang mudah untuk digunakan dalam pembelajaran. Justru, guru sebaiknya tidak lari dari dunia siswa yang dipenuhi tekhnologi jika ingin tetap didengar dan diperhatikan. Masuklah ke dunia siswa sehingga bisa mendampingi mereka menggunakan gadget dengan bijak.

Saya sendiri akhirnya memanfaatkan sosial media untuk pembelajaran  Saya merasa harus mampu memanfaatkan gadget dalam memudahkan proses belajar mengajar. Beberapa hal yang menjadi alasan selain untuk mengalihkan penyalahgunaan yang biasa mereka lakukan, adalah karena siswa sudah menjadikan gadget ini sebagai keseharian mereka. Pola kebiasaan akan meminimalisir kendala dalam pemakaiannya. Di samping itu, model pembelajaran ini bisa diterima dengan senang hati oleh siswa karena tidak membuat mereka jenuh.

Beberapa contoh pemanfaatannya dalam proses pembelajaran adalah :

  • · Saya membuat grup di face book yang berbasis pelajaran yang saya ampu, sehingga dalam grup ini kami bisa berbagi informasi dan saling berinteraksi mengenai materi yang sedang diajarkan.
  • · Saya memberikan soal lewat twitter dengan memberikan hastag tertentu, misalnya #banksyariah ketika sedang mendiskusikan tentang perbankan syariah. Pemberian soal lewat twitter biasanya mengangkut opini siswa. Waktu yang disediakan juga dibatasi, misalnya dari pkl. 15.00 hingga 16.00.
  • · Saya membuat blog yang memungkinkan saya sebagai guru melakukan banyak hal : berbagi berita, menyimpan materi pelajaran, menyebarkan soal-soal latihan, mengajak beropini, atau mengabarkan kegiatan yang mungkin saja menginspirasi siswa.
  • · Saya mengajak siswa juga membuat blog pribadi dengan tujuan untuk melatih siswa menulis, menuangkan ide dan pendapat, serta mengerjakan tugas yang kadang saya minta dipublikasi melalui blog mereka. Dengan begitu merekapun melakukan proses pengarsipan dan pengelolaan blog yang akan mengaktifkan kreatifitas.
  • · Saya mengajak siswa untuk melakukan konsultasi bimbingan karya tulis via email, sehingga tidak perlu mencetak bab per bab ke dalam ratusan kertas. Hal ini bermanfaat baik dalam hal menghemat biaya dan kertas.

Contoh-contoh metode pengajaran berbasis ICT (Information and Communication Technology) dengan memanfaatkan gadget di atas disambut antusias oleh siswa. Mudah-mudahan saja, sambutan baik ini menghilangkan rasa jenuh terhadap proses pembelajaran yang biasa, dan gadget bisa membantu menjadikan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s