Inilah Alasan Pentingnya Belajar Bahasa Inggris

Beberapa hari lalu, seorang alumni datang ke sekolah. Namanya Khoirul Anam, seorang mahasiswa UNSOED jurusan kedokteran tahun ke-4. Irul, demikian ia disapa, dulunya merupakan siswa andalan sekolah. Aktif berorganisasi, cerdas, dan memiliki karakter yang baik.

Di sela-sela kesibukannya sebagai aktivis BEM, asisten dosen, dan guru les inggris, calon dokter ini menyempatkan diri hadir ke sekolah untuk memenuhi undangan. Sebenarnya undangan ini adalah undangan nonformal yang meminta Irul hadir sebagai motivator untuk adik-adik kelasnya. Kapanpun Irul sempat dan pulang ke Bekasi, Irul bisa hadir menemui adik-adik kelasnya.

Pagi Rabu itu, adalah hari berbahasa Inggris atau biasa disebut English Day. Di hari ini siswa bersepakat menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya di sekolah. Irul memanfaatkan moment English Day ini dengan menyapa adik-adiknya dalam bahasa Inggris. Lalu bertanya pada mereka, “in English or bahasa?”

“Bahasaaaa..”, sontak adik-adik kelasnya menjawab serentak. Aulapun langsung riuh rendah. Irul langsung masuk ke dalam suasana, sepertinya dia ingat masa-masa SMAnya di mana memang kemampuan bahasa Inggris mereka rendah. Kemampuan rendah ini juga dibarengi keengganan mereka untuk memprraktikkannya secara langsung. Irul lalu memakai kesempatan ini untuk memasukkan betapa pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan dunia. Dia menceritakan kisahnya ketika mengikuti ajang pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat fakultas, universitas, dan tingkat nasional. Salah satu persyaratan yang diutamakan adalah penguasaan bahasa asing lainnya selain bahasa Inggris itu sendiri. Irul sendiri terpilih menjadi 17 mahasiswa berprestasi seluruh Indonesia. Ruanganpun bergemuruh kembali dengan tepuk tangan bangga adik-adik kelasnya.

Kisah berlanjut pada literature-literature berbahasa inggris atau bahasa asing lain yang memang mendominasi buku-buku perkuliahan. Apalagi jika kita masuk ke jurusan internasional yang memang sedang diminati anak-anak SMA. Perkuliahanpun dihiasi bahasa inggris dalam kesehariannya. Anak-anakpun terdiam. Apa yang ada dalam pikiran mereka ya ? Saya membayangkan keabstrakan di sana. Mungkin saja mereka termotivasi atau bisa jadi sebaliknya.

Kemampuan siswa berbahasa Inggris memang tidak sama. Ada yang tinggi dan ada yang rendah. Tingkat keinginan untuk memperdalamnyapun tidak sama sesuai dengan kemampuan mereka. Beberapa anak yang lulus tahun-tahun belakanganpun pernah terhambat  oleh ketidakmampuan berbahasa inggris ini. Padahal minat mereka melanjutkan ke perguruan tinggi luar negeri sekalipun sangat tinggi. Beberapa perguruan tinggi di dalam negeri saja  sudah mulai menerapkan tes TOEFL untuk mahasiswa baru atau yang mau lulus. Artinya, kebutuhan untuk mampu berbahasa inggris sangat mendesak untuk mereka.

Beberapa alumni yang mengambil jurusan internasional mengaku kewalahan dengan bahasa inggris yang mereka kuasai. Untuk itulah, sekolah lalu menerapkan aturan baru bahwasanya, siswa yang dinyatakan lulus adalah siswa yang mempunyai nilai TOEFL minimal 450. Waw!!

Program yang dilaksanakan adalah kerjasama dengan sebuah lembaga kursus bahasa inggris khusus untuk mengejar TOEFL. Jika nilai mereka di kelas X saja sudah cukup, mereka tidak punya kewajiban untuk melanjutkannya. Namun jika sampai kelas XII masih belum memenuhi persyaratan nilai, mereka harus tetap ikut kursus hingga mampu. Untuk melancarkan percakapan, pada hari-hari belajar disisipkan hari bahasa dalam hal ini English Day untuk memotivasi kemampuan percakapan mereka.

Semoga saja langkah-langkah ini berhasil. Kemampuan bahasa inggris mereka meningkat walaupun kami bukan sekolah berstandar internasional.

Advertisements

Your message

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s